Biarkan air mata ini mengalir bersama dengan dosa-dosa yang teringat. Lelapkan semua kesemuan dunia yang hanya sementara. Bukalah sedikit matamu untuk melihat dunia yang abadi, telungkupkanlah tanganmu untuk memberi... Berikan senyummu agar orang lain merasakan kabahagiaanmu... mari lukis perasan hati mencintaiNya dengan keimanan dan ketakwaan. Bismillah...

Minggu, 04 September 2011

Waspadai Hadirnya Cinta Lama dan Cinta Baru

Oleh : Ust. Cahyadi Takariawan


     Cinta lama bisa bersemi kembali lho…. Kok ndadak pakai “lho” segala sih…. Apapun judul tulisan ini, berbahagialah anda yang tidak pernah memiliki sejarah “cinta lama”, karena tidak perlu khawatir akan ada yang bersemi kembali. Namun anda memiliki kemungkinan “ada cinta baru” yang sewaktu-waktu tumbuh bersemi. Weleh, podho wae mas…. Sami mawon.
Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya yang saya muliakan, alkisah, kita telah hidup di zaman yang serba mungkin. Zaman kakek kita dulu, untuk menemukan teman lama susahnya bukan main. Mencari teman sewaktu SD, atau teman SMP, atau teman SMA atau teman kuliah, atau teman perjuangan, wah minta ampun. Bagaimana cara agar bisa bertemu teman yang sudah puluhan tahun terpisah. Tidak tahu lagi rimbanya dimana, dan tidak tahu harus kemana mencarinya.
Kini, kita telah dihadiahi oleh globalisasi dengan sejumlah mesin pencari. Mencari apa saja, kita akan bertemu jawabannya. Jika anda tidak mengenal saya sama sekali, cobalah buka Google, lalu ketik nama saya : “Cahyadi Takariawan”, lalu tekan enter, pasti anda akan menemukan sejumlah informasi tentang saya. Jika anda tidak tahu peta Jawa Timur, dengan mudah anda akan menemukannya di google map dan sejumlah mesin pencari sejenis itu. Mudah sekali, luar biasa.

Maka semudah itu pula mencari teman lama, sengaja ataupun tidak sengaja. Lewat jejaring sosial, kita dengan sangat mudah terhubung dengan banyak sekali manusia dari berbagai negara. Ada yang kita kenal, banyak pula yang sama sekali tidak kita kenal. Lewat facebook, twitter dan berbagai perangkat jejaring sosial lainnya, kita terhubung dengan siapa saja. Di antaranya, kita terhubung dengan teman-teman lama. Bahkan, dengan “seseorang yang sangat istimewa”, yang pernah memasuki hati anda duapuluh tahun silam…..


    Setelah terhubung, kemudian kontak lewat media cyber tersebut. “Aku kirim pesan di inbox fesbuk-mu”, begitu tulisan di dinding akun fesbuk anda. Lalu anda membukanya, dan mulailah komunikasi itu. Bertukar nomer HP, alamat email, PIN Blackberry dan seterusnya dan seterusnya….. Maka komunikasi pun berlanjut.
Saat mulai komunikasi itu, awalnya sekedar bertanya kabar dan bercerita hal-hal umum saja setelah sekian lama tidak berjumpa. Namun akhirnya masuk pula ke urusan yang pribadi bahkan sangat pribadi. Mulai curhat, menceritakan persoalan keluarga. Hingga akhirnya mulai menceritakan ketidakbahagiaan, dan membayangkan betapa bahagia jika bisa melewati waktu bersama anda lagi.
Semula anda biasa saja, karena tidak membayangkan bertemu seseorang yang sudah lama namanya anda kubur. Namun karena intensifnya komunikasi, perlahan hati anda mencair. Kebekuan hati anda mulai tercairkan oleh hadirnya orang lama yang sempat anda cintai di masa lalu. Padahal kini semua sudah berubah. Anda telah memiliki pasangan hidup yang sah, si diapun sudah memiliki keluarga. Namun dia selalu mengatakan tidak bahagia menikah dengan pasangannya, dan membayangkan ingin kembali kepada anda.
Anda dibuat berhitung. Antara keluarga yang sudah anda bangun selama ini, dengan hadirnya orang lain yang menghidupkan kembali hati anda. Sepertinya anda kembali muda. Sepertinya anda baru bangun dari tidur dan melihat bahwa bunga-bunga sedemikian indahnya. Sepertinya anda belum pernah merasakan suasana hati seperti ini. Sepertinya anda belum pernah merasakan semangat dan bahagia yang sedemikian kuatnya.
Ya. Anda jatuh cinta lagi pada orang yang pernah anda cintai.
Wah, gawat ! Padahal anda sudah punya suami, dan dia sudah punya isteri. Padahal anda sudah punya isteri, dan si dia sudah punya suami. Hem hem hem…. Mulailah mencari cara untuk sering bertemu. Berbohong kepada suami, berbohong kepada isteri, demi bertemu kekasih lama yang hadir kembali. Tiba-tiba anda melihat dunia sudah berubah sama sekali. Anda seperti menjadi orang baru, dan diapun begitu.

Ayo segera dibuat kegiatan untuk alasan. Namanya Reuni SD, Reuni SMP, Reuni SMA, Reuni Fakultas Anu Universitas Inu Angkatan Itu…. Reuni Penonton Film Nyi Blorong, Reuni Panitia 17 Agustus 1985, Reuni Panitia Penyambutan Siswa Baru angkatan 1976, Reuni Penumpang Kereta Api Senja Utama, atau apa sajalah…. Kalau pas Ramadhan ya Buka Puasa Bersama, kalau pas Syawal ya Syawalan Bersama, kalau pas tahun baru ya perayaan Malam Tahun Baru…. Yang penting ada si dia dalam acara itu. Reuni diadakan seminggu sekali, tempatnya di rumah anda atau di rumah si dia. Lama-lama pesertanya tambah sedikit karena pada bosan reunian, akhirnya tinggal anda berdua yang rajin datang reuni. Lalu, Reuni diajukan sehari sekali.

Tiba-tiba anda dan si dia tambah berani. Kini berani janjian, berjalan-jalan berduaan, menyusuri tempat-tempat yang dulu pernah anda kunjungi bersama. Makan siang di rumah makan favorit saat SMA. Nonton film di gedung bioskop dekat SMA, eh ternyata sekarang sudah tutup. Jadinya anda membuat film sendiri di sepanjang jalan kenangan. Berbalas SMS setiap menit, telpon tiap satu jam sekali, durasi telponnya dua jam (nombok dong). Tagihan telepon paska bayar anda membengkak. Wah, bulan kemarin tagihannya sepuluh juta, bulan ini tagihannya duapuluh juta….. Padahal biasanya cuma limaratus ribu rupiah saja. Tapi anda bahagia.
Tiba-tiba anda sangat peduli dengan dia dan semua urusannya. Anda selalu siap membantu segala keperluannya. Anda merasa menjadi pahlawan super hero bagi si dia, yang selalu siap memberikan bantuan kapanpun diperlukan. Uang anda terhambur tanpa terhitung. Waktu anda tersita untuk mengurus semua hal tentang dia. Aneh, anda tidak merasa lelah, anda tidak merasa capek. Anda sangat senang saat dia meminta tolong. Anda benar-benar bahagia saat bersamanya.
Tiba-tiba anda sangat memperhatikan penampilan. Pakaian anda sangat rapi, penampilan anda sangat elegan. Demikian teliti anda dengan semua bagian tubuh anda yang semula kurang anda perhatikan. Kini anda rajin ke salon, anda rajin ke perawatan kulit dan perawatan wajah, anda rajin mengikuti program olah raga, program diet anda sangat teratur, anda mengganti sabun mandi, shampo dan parfum, karena itu kesukaan si dia. Anda lakukan apapun, untuk menyenangkan si dia.
Hei hei hei…. hati-hati Tuan, hati-hati Nyonya ! Anda sudah punya isteri, anda sudah punya suami. Anda sudah punya anak, bahkan anda sudah punya cucu. Jangan terjebak dalam kerumitan hubungan seperti itu. Ayolah mumpung belum terlalu jauh, kembali kepada keluarga masing-masing.


  Saya ada beberapa saran untuk anda semua, agar terhindar dari jebakan cinta lama bersemi kembali seperti itu.
1. Beningkan Pikiran Anda
Tuan, Nyonya, cobalah pikir masak-masak dengan pikiran yang bening. Siapa sih anda, dan siapa pula dia ? Bukankah anda terikat oleh sebuah ikatan pernikahan yang sah dan sakral, dia pun juga demikian. Pernikahan telah anda laksanakan atas nama Tuhan, atas nama agama, atas nama negara. Bukan main-main, anda telah berikrar untuk menjaga dan membahagiakan keluarga anda. Jangan rusak kebahagiaan keluarga anda demi mengejar kebahagiaan anda bersama si dia.
Beningkan pikiran anda, jangan terkotori oleh pikiran tentang si dia. Letakkan saja pikiran tentang si dia, jangan anda ambil lagi. Dia sudah memiliki pasangan, dia sudah dewasa. Yakinlah, dia akan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri bersama pasangannya. Kehadiran anda dalam hidupnya bukan menyelesaikan masalah, namun justru menambah berat permasalahannya. Jangan ganggu dia.
Beningkan pikiran anda, jika perselingkuhan ini diketahui pasangan dan anak-anak anda, akan bisa menghancurkan bahtera rumah tangga yang sudah anda bangun selama ini. Tidak mudah mengembalikan gelas retak agar mulus seperti semula. Jika anda mulai bermain api, bersiaplah menghadirkan pemadam kebakaran, karena api akan menjalar dengan sangat cepat dan tidak pandang bulu. Bulu apapun akan dilahapnya, hingga semua bisa hangus tanpa sisa.
Coba perhatikan kata-kata saya ini. “Orang yang sepertinya sedemikian perhatian kepada anda saat ini, dia adalah orang yang tidak perhatian kepada keluarganya. Dia tengah mengkhianati keluarganya. Dia khianati pasangannya, dia khianati anak-anaknya, demi mengejar anda. Maka apa jaminannya bahwa nanti dia tidak mengkhianati anda? Bukankah sekarang dengan mudah dia ceritakan kejelekan dan kekurangan pasangannya di depan anda ?”
Perhatikan pula kata-kata saya ini. “Orang yang sepertinya sangat care kepada anda saat ini, mampu menampung curhat anda, dan sedemikian nyaman berbincang dengan anda, dia adalah orang yang tidak bisa nyaman berbincang dengan pasangannya di rumah. Dia tidak care dengan keluarganya, jadi sesungguhnya dia sedang berpura-pura dan bermain sandiwara di depan anda”.

2. Bersihkan Hati Anda
Tuan, Nyonya, bersihkan hati anda. Hati yang bersih akan menuntun anda kepada perbuatan mulia, sebaliknya jika hati kotor akan mudah membawa anda kepada perbuatan tercela. Cara membersihkan hati adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Bertaubatlah, mohonlah ampunan kepada Tuhan. Anda telah terlibat dalam perselingkuhan dan hubungan hati yang sangat rumit. Anda berpotensi merusak keutuhan rumah tangga orang, dan itu berdosa.
Bersihkan hati anda, jangan sampai nafsu menguasai jiwa anda yang membuat anda kehilangan nalar dan pertimbangan. Langkah anda bersama si dia sangat berpotensi merusak keutuhan keluarga anda sendiri, dan pasti anda akan sangat menyesal jika keluarga yang sudah bersusah payah anda bina ini nantinya rusak binasa.
3. Jadikan Rumah sebagai Kontrol Anda
Ayolah Tuan, ayolah Nyonya, jangan sembunyikan sesuatu di rumah anda. Asyik sekali anda bermain fesbuk, twitter, berikirim email berbincang lewat blacberry, chatting, kirim SMS, telpon dan lain sebagainya. Handphone selalu anda bawa kemana-mana, tidak pernah anda tinggal di rumah. Ke kamar mandi pun tetap membawa HP dan Blackberry. Khawatir pasangan atau anak anda membuka rahasia hubungan anda dengan si dia.
Letakkan HP, blackberry, laptop, iPad, galaxy, tablet atau apapun namanya teknologi kayak gituan (habis saya tidak tahu namanya), di rumah anda. Biarkan semua angota keluarga bisa meng-akses akun email, fesbuk, twitter, blog, blackberry, dan HP anda. Jika pasangan anda ingin tahu isi SMS yang ada di HP anda, kapanpun dia bisa melakukannya. Jika pasangan anda ingin masuk ke fesbuk atau twitter anda, dia tidak perlu mencuri teknologi utnuk membongkar akun pribadi anda. Sudahlah, biarkan jejaring sosial itu menjadi milik bersama di rumah anda. Sebagaimana anda berhak dan bisa melihat HP pasangan anda, melihat akun fesbuk dan emailnya, melihat pesan-pesan di BBMnya.

4. Mendekatlah kepada Pasangan Anda
Hai Tuan, hai Nyonya, jangan menjauh dari pasangan anda. Ingatlah, semua keluarga pasti memiliki masalah. Semua pasangan memiliki persoalan. Jangan suka membesar-besarkan dan anda gunakan untuk bahan cerita kepada orang lain. Bahkan menjadi bahan curhat kepada si dia. Kejam sekali anda, “menjual” kelemahannya demi mendapatkan simpati dan rasa iba dari si dia.  Jika anda dengan pasangan tengah ada masalah, hadapi dan selesaikan dengan baik-baik. Jangan anda jadikan alasan menjauh dari pasangan utnutk mendekat kepada orang ketiga.
Semakin anda menjauh dari pasangan, yakinlah persoalan anda akan semakin sulit diselesaikan. Jika anda mulai curhat kepada orang ketiga, yang ternyata adalah si dia, maka anda menambah bibit-bibit persoalan baru dalam kerumitan persoalan yang tengah anda hadapi bersama pasangan. Maka begitu anda merasakan ada masalah dengan pasangan, semakin mendekat dan merapatlah kepada pasangan. Jangan biarkan ada orang ketiga yang masuk.


5. Ajak Pasangan Anda Refresing Berdua
Mari Tuan, mari Nyonya, sesekali waktu ajak pasangan anda refreshing berdua saja. Mungkin anda berdua terlalu sibuk selama ini sehingga kurang saling memperhatikan. Anda merasa nyaman setelah ada si dia yang sedemikian perhatian kepada anda. Sepertinya anda menemukan surga, setelah sekian lama didera suasana lelahnya bekerja, tanpa ada seseorang yang sedemikian care kepada anda di rumah. Hei hei hei…. Tuan, Nyonya, jangan salah. Pasangan anda pun bisa melakukan hal yang sama.
Carilah waktu yang tepat dan suasana yang nyaman. Ajak pasangan anda berjalan-jalan ke tempat-tempat romantis yang anda suka. Ajaklah naik sepeda kayuh berdua, nonton film berdua, makan malam di tempat yang romantis, ayolah Tuan, ayolah Nyonya, pasti anda bisa. Anda hanya kurang perhatian saja kepada pasangan anda. Pasangan anda pun banyak kelebihan, dan anda bisa lebih menggali berbagai macam hal darinya.

6. Mendekatlah kepada Anak-anak Anda
Lihat anak-anak anda Tuan, perhatikan anak-anak anda Nyonya. Mereka semakin dewasa, mereka semakin mengerti dunia. Anak-anak adalah aset yang sangat berharga bagi anda. Merekalah penerus sejarah keluarga anda. Maka jangan menjauh dari mereka. Jadikan anak-anak sebagai pengingat bagi anda, agar anda tidak menyimpang. Wibawa dan harga diri anda akan hancur berkeping di depan anak-anak anda, jika mereka mengetahui orang tuanya selingkuh.
Anda juga memberikan contoh buruk bagi anak-anak, jika anda melakukan perselingkuhan. Anda mengajarkan ketidaksetiaan, anda mengajarkan kebohongan dan pengkhianatan, jika anda meneruskan hubungan dengan si dia. Ayolah Tuan, ayolah Nyonya, tinggalkan saja si dia. Mendekatlah kepada anak-anak anda. Jangan rusak masa depan anak-anak dengan perselingkuhan yang anda lakukan. Ketahuilah, perselingkuhan sangat menyakitkan bagi anak-anak anda. Mereka pasti kehilangan figur dan teladan jika menyaksikan anda membangun cinta dengan orang lain.
Bukankah selama ini anda telah menjadi kebanggaan anak-anak anda ? Jangan hancurkan harapan dan kebanggaan mereka kepada anda.
Tuan, Nyonya, itulah enam resep dari saya. Jangan biarkan cinta lama anda kepada orang lain bersemi kembali, padahal si dia sudah memiliki pasangan dan andapun sudah memiliki pasangan. Arahkan energi cinta anda kepada pasangan dan keluarga anda. Luapkan kegembiraan hati kepada pasangan dan anak-anak anda. Jatuh cintalah kepada pasangan anda, jangan mencari-cari dari si dia yang bukan milik anda.

Salam,

Cahyadi Takariawan

SMS Lebaran

Telat posting gak papa, soale dikumpulin dulu.....meski ucapan sendiri lebih murni tapi Lebaran nanti bisa lah pakai kata mutiara dibawah ini ( Dari berbagai sumber )


Ucap Kata kadang Melukai
Canda Tawa Kadang Menyakiti
Tingkah Laku Kadang melebihi
Hingga kadang maksud baik jadi salah arti
Wlau Tangan tidak berjabat
Namun Hati Tetap terikat Erat " SELAMANYA"
Minal Aidin Wal'faidzin,Mohon MA'AF Lahir dan Bathin " SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 H "

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki
Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin
cahaya rahmat bulan Syawal,

kuberi maafku setulus lahirmu dan kupinta maafmu sedalam batinku.
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1428H Minal aidin wal faizin.
Mohon maaf lahir dan batin.

Senandung asma 4JJ1 menghiasi malam menghampiri fajar menyambut hari kemenangan.
Jabat tangan penuh kasih, eratkan tali silaturrahim
Jiwa yang suci dari sang maha suci, tapi sering kali ternoda oleh dosa pada insane.
Sucikan jiwa dengan saling memaafkan

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati ..
SMS dikirim pengganti diri… Memohon maaf setulus hati …
Mohon Maaf Lahir dan Batin .. Met Idul Fitri …
Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatapseiring beduk yg mgema,
sruan takbir yg berkumandangkuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri,
jk ada kata serta khilafku membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI

Beningkan hati dg dzikir
Cerahkan jiwa dg cinta
Lalui hr dg senyum
Tetapkan langkah dg syukur
Sucikan hati dg permohonan maaf
mEt hArI RaYa IduL fiTrI
TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM
Minal AidziN WaL FaidziN
Mhn MaaF LahiR n BaTiN

Masa aktif Hidup anda hampir berakhir, saldo dosa anda makin meningkat, di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman. Isi ulang dengan sirahturahmi. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin
Satukan tangan,satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin
__________________________________________________________________________________
Sms Lebaran 2011 atau Ucapan Selamat Idul Fitri

Sabtu, 03 September 2011

SERBUK PAHIT

Kiriman Ust.Relly...

      Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yg sedang dirundung masalah.
Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit & meminta anak muda itu u/ mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas & di aduk perlahan, "Coba minum ini & katakan bagaimana rasanya?" ujar pak tua
"Pahit sekali" jawab pemuda
Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu u/ berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.
Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu.
Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu & dengan sepotong kayu ia mengaduknya, "Coba ambil air dari  telaga ini & minumlah"
Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua bertanya lagi, "Bagaimana rasanya?"
"Segar" sahut si Pemuda
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" tanya pak tua
"Tidak" sahut Pemuda
Pak tua tertawa sambil berkata "Anak muda...Dengarkan baik²,
Pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah & rasa pahitnyapun sama & memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.

Jadi saat Anda merasakan kepahitan & kegagalan dalam hidup, Hanya ada satu yg Anda dapat lakukan:
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, Luaskanlah hatimu u/ menampung setiap kepahitan itu"

Pesan Moral,
Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.

"Jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, & merubahnya menjadi kesegaran & kedamaian.
 

Sumber :

Regards,
Imam Wahidin

Senin, 22 Agustus 2011

Ketika Keindahan Bahasa menjadi begitu Penting

Oleh : Abu Majid
   
     Ketika suatu pesan disampaikan dengan bahasa yang ‘biasa-biasa  saja’,maka sebagus apapun isi pesan yang ingin disampaikan tidak akan dapat menarik minat penerima pesan. Tetapi sebaliknya meskipun pesan yang ingin disampaikan hanyalah sebuah pesan 'sederhana' jika disampaikan dengan bahasa yang indah maka terasa akan begitu menarik bagi si penerima pesan.

Ingat ketika Ust.Zainudin Mz.Ma menyampaikan tausiah di Kantin wijaya kusuma (Acara Buka Puasa bersama Forum KK-PKT). Di awal tausiahnya beliau berkata: “ Sebenarnya Cerita yang ingin saya sampaikan adalah dongengan yang lebih cocok untuk anak-anak TK atau Play Group”. Tentu saja semua penasaran, tak terkecuali saya, mengingat tamu undangan yang hadir adalah DIR 2 (dirProd), GM SDM, GM Pabrik 1 & 2 dll. masa sih disuguhi cerita dongeng untuk anak TK.

Cerita fabel  tentang "Singa, siraja hutan dan Tikus". Cerita yang nampak sederhana itu disampaikan dengan bahasa arab.
     Nah disinilah rasa 'Keindahan' yang saya maksud. Saya memang tidak pandai berolah 'rasa', tidak pandai mengartikan sebuah kata sehingga meskipun saya berusaha fokus pada  Cerita Ust.Zainudin, namun saya tidak mampu menerjemahkan dengan baik.
Dengan gaya seorang guru TK Ust.Zainuddin pun mulai bercerita.......

Kanaa fii ghoobatun asadun nauman. Jaawaza Fa’run fii ro’isun…….
Secara sederhana, diantara kita yang pernah belajar ilmu nahwu shorof akan mengartikannya  sbb: Dulu, seekor singa tidur di dalam hutan, seekor tikus berjalan diatas kepalanya…….meskipun kita dapat menangkap maknanya tetapi terasa ‘beda’ ketika kalimat itu diartikan oleh beliau dalam bahasa yang indah (sastra ), dimana arti kalimat tersebut menjadi :
Pada jaman dahulu kala, didalam sebuah hutan yang lebat nampaklah seekor singa siraja hutan yang sedang tidur, tiba-tiba ada seekor tikus yang berlari melewati kepala sang singa……..

   Awalnya cerita itu disampaikan dengan bahasa yang sederhana, namun kemudian pemilihan kata yang digunakan dalam cerita itu bukan lagi kata-kata yang jamak dipakai kebanyakan. Setidaknya begitu menurut saya. Cerita itu kemudian mengalir dengan begitu indah ( dalam bahasa Indonesia ).
Kekuatan Bahasa (balaghoh) didalam Kalimat bahasa Arab memang tidak ‘kaku’, sebuah kata ‘penegas’ misalnya, dapat ditulis didepan maupun diakhir kalimat. Bahkan terkadang ditengah.
Seorang yang baru belajar bahasa arab ( Pemula ) biasanya diawali dengan mendalami ilmu nahwu, yang mana ilmu ini merupakan ilmu tata bahasa ( menpelajari tentang struktur penyusun kalimat / S-P-O-K ), Bagaimana membuat kalimat lampau, sekarang maupun akan datang dll. Sedangkan seorang yang sudah mahir lebih banyak menggunakan Ilmu Balaghoh ( Ilmu Sastra ), dimana sebuah makna dapat diwakili oleh beberapa kata, dan sebagaimana ilmu sastra dimanapun kurang memperhatikan kaidah S-P-O-K.

Mengapa Bahasa Arab menarik dan Mengapa Al-Quran Harus Berbahasa Arab?
    Setelah periode satu kaum satu nabi dan satu kitab suci serta satu bahasa, pada bagian akhir dari masa kehidupan manusia, Allah SWT berkehendak untuk menyatukan semua bangsa-bangsa di dunia dengan hanya satu nabi, satu kitab suci dan tentunya satu bahasa kitab suci.
Untuk itu diperlukan satu bahasa yang memang punya kapasitas dan karakteristik yang unik, universal, serta istimewa. Sebab sangat tidak mungkin kitab suci terakhir itu diturunkan dalam banyak bahasa. Mengingat jumlah bahasa umat manusia di penghujung zaman ini sudah tak terhingga banyaknya.
Cukup satu bahasa saja yang digunakan, namun bahasa ini adalah bahasa yang paling istimewa dari semua sisinya. Baik dari jumlah kosa-katanya, sampai kepada strukturisasi gramatikanya.
Faktor Kekuatan dalam Menyampaikan Pesan ( Ilmu Balaghah / Sastra )

   Pastinya, bahasa sebuah kitab suci itu harus punya kemampuan prima dalam penyampaian pesan. Tiap kata yang digunakan benar-benar kata pilihan, tidak asal sebut saja. Karena kitab suci itu akan menjadi sumber rujukan syariah sepanjang zaman. Dan barangkali bahasa selain Arab tidak punya padanannya, sehingga ketika diterjemahkan, akan kehilangan rasa dan kekuatannya.
Contoh sederhana, bahasa arab menggunakan dua kata yang berbeda untuk menyebut Tuhan, yaitu ilah dan rabb. Bahasa lain tidak pernah punya pembedaan sedetail ini. Kata ilah diterjemahkan sebagai Tuhan dan kata rabb juga Tuhan. Padahal makna tuhan dalam kata ilah punya rasa, karakter dan pengertian rinci yang sangat jauh berbeda dengan makna tuhan dalam kata rabb.( coba anda rasakan sendiri !! )
Memang benar bahwa tiap bahasa punya idiom khas yang tidak bisa diterjemah secara sederhana ke dalam bahasa lain. Tetapi idiom dalam bahasa arab jauh lebih sempurna, banyak, serta bervariasi. Semua menggambarkan perasaan, pemikiran, ekspresi, sikap, pola pikir, budaya, moral, etika, seni dan budaya umat manusia.
Orang jawa punya idiom unik, misalnya kata-kata " We lha dalah " apa ya artinya ?. Atau kata 'mbok yo'. Seandainya pas kita jalan-jalan dengan orang bule lalu ada mbah-mbah yang berkata pada orang bule itu,"Mbok yo sampean jangan begitu tho, Mister." Pusing tujuh keliling kita menerjemahkan kalimat tsb pada bule yang bersama kita. Apa terjemahan yang paling tepat dari kata mbok yo?, Apakah mother yes, atau please atau apa ya?

Faktor Keindahan Bahasa

   Yang juga tidak kalah penting adalah faktor keindahan bahasa itu ketika dibunyikan. Agar jangan sampai kitab suci ini tidak enak didengar telinga, akhirnya hanya menjadi ensiklopedi yang tersusun rapi di rak tanpa pernah disentuh, apalagi dibaca.
Al-Quran adalah kitab yang didesain untuk selalu dekat dengan manusia, dalam keadaan apapun. Karena itu membutuhkan sebah bahasa yang bisa setiap saat 'didendangkan', karena memang terdengar indah di telinga, merdu dan bikin kangen. Selain itu mudah diingat karena punya karakter yang mudah.
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17)
Mengapa? Karena bahasa masing-masing sangat berbeda, bukan hanya dalam penggunaan istilah semata, tetapi juga struktur dan cara pengungkapannya.
Faktor Keabadian Bahasa

    Dan juga tidak lupa dari keabadian dan kekekalannya, pasti sangat menentukan. Akan jadi runyam kalau sebuah kitab suci yang berlaku sepanjang zaman, tetapi bahasanya justru sudah punah dan tidak lagi digunakan lagi oleh lidah manusia modern.
Dr. Ahmad 'Arif Al-Hijazi, doktor bahasa Arab dari Mesir pernah mengisahkan bahwa para ahli bahasa dari seluruh dunia pernah melakukan riset spektatuler. Intinya, bahasa Arab memang layak jadi bahasa kitab suci umat manusia karena akan terus abadi sepanjang zaman.
Penelitian mereka berangkat dari rasa ingin tahu tentang bahasa manusia manakah yang masih besar kemungkinannya masih digunakan oleh manusia pada beberapa abad mendatang. Hal itu mengingat bahwa kecenderungan setiap bahasa di dunia ini akan mengalami kemunduran hingga akhirnya lenyap sama sekali. Meski di masa lalu pernah menjadi bahasa yang besar, karena digunakan oleh bangsa-bangsa besar dunia.
Misalnya, bangsa Mesir kuno pernah menjadi bangsa terbesar di muka bumi ini dengan kemajuan peradaban serta teknologinya. Tentunya mereka punya bahasa tersendiri yang sangat mereka banggakan. Namun kita tahu bahwa bahasa Mesir kuno sudah terkubur bersama para Firaun di padang pasir. Hari ini hanya profesor bahasa purba saja yang bisa mengira-ngira terjemahan tulisan heliografi di tembok Pyramid.
Demikian juga dengan bahasa manusia modern sekarang ini, para ahli percaya bahwa beberapa abad ke depan, tidak akan ada lagi manusia yang berbahasa dengan bahasa yang digunakan saat ini. Lalu bagaimana kita bisa menyampaikan informasi tentang peradaban abad 21 ini kepada generasi manusia di abad-abad mendatang?
Setelah melalui beragam pengujian dan penelitian atas sejarah karakteristik berbagai bahasa manusia, akhirnya mereka sepakat bahwa bahasa arab akan tetap dipakai manusia sampai beberapa abad mendatang. Sehingga peradaban manusia bisa menitipkan ilmu dan sejarahnya lewat bahasa arab untuk disampaikan kepada manusia di masa mendatang.....( ABU MAJID / Reff)

Kamis, 18 Agustus 2011

Pitulas Romadhon lan Pitulas Agustus

Dening : Abu Majid
       
       Hariman njenggirat kaget naliko mirsani jam tangane. Jam 05;02 wita.”Waduuhh kawanen...karipan ki, wis imsak....” bathine karo nggrundel.Hariman atine dadi nglokro, dhewek’e banjur arep neruske turune.
“Mas, masak nasi yo mas, wingi sore durung sempat masak” Vera, garwone Hariman nyuoro karo mbenakke selimut .Hariman nuli mangsuli “ Dik, sampeyan ki nglindur. Iki wis jam limo, wis imsak..”.Lho kok wis imsak tho Mas..." Vera melu kaget, dhewek'e tangi banjur nyawang jam sing tememplek ing tembok. " Isih jam loro ki lho..kok Imsyak piye tho..?” wangsulane Vera. Hariman lungguh karo ngucek-ucek motone sing isih kroso abot. Jam tangane di wolak-walik. We lha dalah, jebul Hariman mau salah ndelokke jam, jebul isih jam 02;06 Wita. Hariman gage-gage mudhun seko kasur, karo mlaku metu kamar hariman lambene komat-kamit ndedongo sak kecekele, untung bener “Alhamdulillahiladzi ahyaana ba’dama amaa tana wa illaihinnusyur…”.

Sakjane jam loro iku isih esuk banget, nanging ketimbang neruske turu Hariman kuatir yen malah kebablasen tenanan, ora sido saur malah cotho. Koyo dino-dino biasane, yen sore ora sempat masak nasi mulo esuk-esuk kesibukane Hariman diwiwiti seko masak nasi sakperlu anggo sahur. Sakwise “mejik kom” di “on” ke, Hariman banjur nyetel “tivi” sing ono persis ing ngarep meja makan.Wis  milih chanel sing cocok hariman langsung ngringkesi piring-piring lan gelas kotor nuli digowo menyang dapur.

Kiro-kiro patangpuluh limo menit, ing mejo makan iku wus katon cumepak dhaharan kanggo saur. Yo mung sederhana, nasi putih sing isih katon kemebul, sayur kacang wingi sore, telur dadar lan iwak banyu. Ing pojok mejo ono gelas kang isi teh panas mongah-mongah. “Wis lengkap” bathine Hariman karo neliti opo kiro-kiro ono sing kelewatan.

Ora let suwe Hariman terus mlebu kamar sak perlu nggugah vera lan Rasya , anakke lanang sing wis telung tahunan iki melu poso. Malah wiwit tahun wingi bocah pitung tahunan iku wis poso nutuk sedino plong.” Dik wis jam papat, arep saur opo ora..” kandhane hariman marang vera.” Mas aku ora saur, mengko yen wis nyepak’I Imsak wae aku digugah, arep minum ” wangsulane Vera tanpo mbukak matane.Pancen Vera jarang sahur yen poso, malah senajan vera sregep poso senin-kemis, nanging cukup niat thok, tanpo maem saur.

Hariman banjur ganti nggugah Rasya. Bocah iku isih katon ngantuk banget, motone durung melek temenan. Hariman banjur mbopong Rasya terus nimbali supoyo cuci muka.
*******

    Jam 04;45 wita, suoro sirine tondo Imsak lamat-lamat kabur kegowo angin esuk sing sembribit, rasane adem banget koyo-koyo arep udan deres. Hariman,Vera lan Rasya wus rampungan anggone dhahar saur.

Hariman enggal-enggal nuju kamar mandi sakperlu reresik lan wudlhu. Rasya wis sauntoro menyang mesjid numpak pit  ireng duwek’e. ora let suwe Hariman ugo wus katon nyetarter motore.Motor Honda kuwi dipanasi mesine sedhelo. Mbuh opo filosofine, sing jelas Hariman ngerti yen arep lelungan  motor kudu dipanasi mesine supoyo awet lan suarane tetep kepenak dirungo'ake kuping.

Koyo biasane sholat subuh ing masjid Fathul khoir isih tetep kebak jama’ah, najan ora sasi poso jama’ah masjid Fathul khoir yo pancen akeh banget. Hariman iso niteni sopo wae jama’ah sing biasa sholat subuh lan sopo sing mung menyang mesjid naliko sasi poso. Sebab Hariman pancen salah sawijining jama’ah sing kapitung aktif, najan sok milih ing shof paling mburi,nanging Hariman mesti sholat subuh berjama’ah.kejobo yen udan deres utowo tangi karipan amergo kekeselen nyambut gawe.
*******

    Dino iki tanggal 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kaping piro yo ?. Oh yo, yen ora salah kaping sewidak enem. Hariman pancen kepitung "bocah" saiki, dadi ora patio nasionalis. kepomo malah ora apal yen libur nasional. Koyo kedadean sasi wingi. " lho kok besok libur, hari apa ya ?" pitakone Hariman marang konco kantore wektu iku." Besok hari kamis pak Har..memang kenapa ?" jawab koncone tanpo rasa bersalah."Iya..bener besok hari kamis, maksud saya libur nasional memperingati apa ?". Katon Hariman rodho mangkel, sajak rumongso dipermainke.

Mbaleni babagan Tanggal 17 Agustus, wingi ing kantor diumumake supoyo karyawan esuk iki podho melu Upacara. Pancen angel, wong yen wis podho kerjo ki njur rumongso ora perlu ndadak melu upacara barang, "Koyo cah sekolah wae..." jare sauntoro karyawan. malah-malah yen upacara rutin bulanan, jan iso di etung nganggo driji sopo wae sing biasa melu upacara. Ning yo wis..iku urusane dhewe-dhewe. Koyo tho nindakke poso, iku terserah awake dhewe, wong sing ngerti yo mung awake dhewe lan Gusti Alloh.

Upacara pitulasan sing dianake ing halaman kantor pusat berjalan kanthi lancar. Pak Direktur utama selaku Pembina upacara miosake sambutan menteri BUMN, dhowo banget nganti konco-konco peserta upacara podho guneman dhewe-dhewe, sajak ora sabar mirengake pituture Pak Dirut. ( Wah...yen sing ngrungo'ake ora betah, ndahebo sing moco yo...!!).

Kiro-kiro jam wolu luwih sithik upacara wis rampung. Hariman banjur munggah pinuju  kantore. Sauntoro konco-kancane yo podho munggah. Naliko Hariman arep mulih, dumadakan udan gerimis sing soyo suwe soyo deres. Hariman wurung, ora sidho mulih. " sedhelo meneh paling wis terang.." Bathin atine Hariman.

Ndilalah, dienteni sauntoro wektu jebul udane tansoyo deres. Ora ono pilihan Hariman kudu nglicir. Hariman nekat nyetater motore lan ora let suwe dheweke wis ngendring nerobos udan, sandangane keproh. "Sabar...sabar....yo koyo ngene nasib wong durung nduwe mobil.." Jare Hariman ngeyem-yemi atine dhewe.

Salam.

Selasa, 16 Agustus 2011

Arti Sahabat...!!

Arti Sahabat…..!!
Oleh : Abu Majid   
Sahabat paling sejati menurut saya, ya pasangan kita, suami atau Istri kita. Dimana kita dapat menemukan segalanya pada dirinya. Kelebihan dan kekuranganya silih berganti saling mengisi. Terkadang angan kita dibawa melambung ke langit ketujuh, tapi terkadang juga serasa terpuruk kejurang yang dalam dibawa olehnya. Bagi kita yang menyadari dan memahami arti pasangan hidup, pastilah akan  dengan ringan kita berucap “itulah Romantika”.
Bagaimana dengan orang lain yang menjadi teman atau sahabat kita ?. Sahabat (orang lain ) dan sahabat (pasangan kita ) itu adalah dua hal berbeda, yang sama-sama kita butuhkan, yang sama-sama istimewa.
Bilakah seorang TEMAN dikatakan SAHABAT ?. Kala dia adalah seorang yang biasa tempat kita berbincang. Baik mengenai sesuatu hal yang kita sukai atau pun tidak. Teman yang membuat kita ingin selalu dekat padanya. Teman yang di mata kita merupakan orang yang mampu memahami maupun mengerti apa yang kita sukai. Mungkin juga pada teman tersebut ada sebuah nilai berkilau yang dipunyainya. Ada hal-hal yang membuat kita kagum, ingin menjadikan teladan kita. Atau mungkin pula kita merasa punya pemahaman yang sama pada sebuah hal.
Teman yang  padanya kita bisa membagi suka dan duka tanpa ada yang kita kuatirkan bakal timbul fitnah, adalah merupakan teman yang spesial. Itulah Yang biasa disebut dengan sahabat. Biasanya kita tidak akan segan untuk membagi dunia kita kepadanya, tentang apa yang menurut kita indah. Begitu pula saat mendung menerpa hati, maka sahabatlah tempat kita membuang semuanya. Teman atau sahabat tidak pernah melihat adanya perbedaan tua dan muda. Sebagaimana Rosullulloh mempunyai sahabat-sahabat kecil yang luar biasa. Meski mereka berbeda usia namun mereka dapat berbagi. Justru terkadang teman yang sebaya tidak selalu dapat kita jadikan sahabat. Terkadang muncul perasaan iri dengki, muncul penghianatan dan semisalnya.
Rasulullah menganjurkan kita untuk memilih teman. Seperti hadits beliau: “Bila berteman dengan seorang pandai besi, maka kita akan ikut terbakar. Bila kita berteman dengan seorang penjual minyak wangi, maka kita pun akan tertular dengan keharumannya.”
Tentu saja hadists tersebut untuk mengingatkan kita. Agar kita berhati-hati untuk memilih teman. Karena memang ada teman yang boleh dijadikan sahabat dan ada juga yang tidak layak menjadi orang terdekat kita. Tapi sepanjang kita bisa "kuat" dalam prinsip maka seorang teman bagi kita adalah ladang yang "hijau" baik sebagai tempat dakwah maupun tempat "inspirasi" untuk berolah rasa.
Tapi bila kita hanya punya pegangan, bahwa seorang teman harus selalu “baik” di mata kita, maka tentu lambat laun kita akan kehilangan seorang bahkan banyak teman. Karena pada dasarnya seorang teman punya keistimewaan masing-masing. Teman kita hanyalah seorang manusia biasa, seperti kita juga. Yang penuh dengan kelebihan maupun kekurangan.
Bagaimana pun berkilaunya kebaikan seseorang, pastilah ada kekurangannya. Begitu pula bila kita balik lagi, bahwa tidak semua orang yang “jelek” hanya penuh kejelekan. Pasti ada hal lebih yang dia punyai.
Semua yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi ini pastilah ada hikmahnya. Bila kita menemukan “keindahan” akhlak seseorang, dan membuat kita nyaman dengannya maka apa yang dia punyai, apa yang ada pada dirinya merupakan pelajaran bagi kita. Yaitu sebuah pelajaran agar kita bisa mengikutinya.
Jika sesekali ada yang  salah, maka itu hal wajar, karena sesungguhnya kita memang sedang berproses. Bukankah Allah lebih menyukai kebaikan yang sedikit, tapi dilakukan secara istiqomah?. Jika pun kita terjatuh, maka bangkit adalah hal yang harus kita lakukan. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah orang-orang yang tekun dan “ikhlas” memperbaiki dirinya guna mencapai tujuan mulia ( syurga ).
    Saya bersyukur kepada Allah SWT, karena ternyata banyak pembelajaran yang bisa dipetik diteladani dari teman dan sahabatku. Belajar dari lingkungan khususnya dari seorang teman atau sahabat  sungguh sebuah kenikmatan. Karena memang semua hal di dunia ini penuh dengan mutiara kehidupan. Maka benarlah bila Allah berfirman ; “Bacalah!”…….

Selasa, 09 Agustus 2011

Cerita Awal Ramadhan

          Senja turun perlahan, gelap merambat memeluk bumi yang masih basah oleh sisa hujan sore tadi.Selarik warna jingga keemasan yang masih tersisa dilengkung langit kian lama kian lemah dan akhirnya..Sirna.
Ayat-ayat Al-Qur’an mengalun syahdu terdengar dari Masjid Fathul Khoir, suaranya menggema menerobos rerimbunan hutan bakau dibelakang rumahku. Kupandangi dua malaikat kecilku yang masih belum beranjak juga dari depan televisi. Seperti hari-hari biasanya, bundanya yang ‘cerewet’ sudah kewalahan menyuruh kedua buah hatinya itu untuk segera bersiap-siap berbuka puasa kemudian sholat maghrib dan tarawih. Rasanya bibirnya makin kering saja mengomeli keduanya. Dengan sedikit paksaan akhirnya keduanya bersungut-sungut meninggalkan tempat duduknya.


Usai sholat Isya’ didirikan, panitya  segera naik ke atas mimbar menyampaikan beberapa pengumuman sebelum Mubaligh memberikan tauziah. Riuh rendah suara jamaah yang membludak, membuat suara panitya terdengar tak begitu jelas. Maklum malam-malam permulaan Romadhon di semua masjid di lingkungan PKT masih penuh sesak oleh jama’ah
Perhatianku tersita pada bocah kecil yang berlarian kesana kemari di barisan ibu-ibu.. Kaki-kaki mungilnya bergerak lincah melompati deretan sajadah. Sesekali bola matanya yang bulat itu menari-nari mengamati sajadah yang berwarna-warni. Sejurus kemudian sikecil melompat-lompat lagi, dan…Upst….tiba-tiba sikecil terpeleset dan terjatuh. Beberapa ibu-ibu didekatnya memekik tertahan. Rupanya suara ibu-ibu itu mengagetkan sikecil sehingga dia lupa untuk menangis dan melupakan rasa sakitnya.
Beberapa ibu-ibu memandang dengan sinis, “ Anak siapa sich, nggak aturan bener” si ibu membatin dalam hati. Yach…barangkali semua anak-anak si ibu adalah anak-anak yang manis, atau barangkali anaknya begitu lahir ‘ujug-ujug’ menjadi remaja sehingga tidak pernah merasakan repotnya punya anak kecil.

Diujung barisan seorang ibu memandangi sikecil dengan gelisah, bibirnya mengatup rapat, gigi-gigi putihnya saling beradu. Satu,dua hitungan sikecil sampai dihadapan sang bunda dan mendaratkan pantatnya yang menggemaskan dipangkuan bundanya. Bertepatan dengan itu hadiah sebuah cubitan mendarat pula dipaha sikecil. Sikecilpun menangis, tangisnya yang tadi sempat tertahan kini pecah sehingga menarik perhatian ibu-ibu didekatnya. Diperhatikan oleh ibu-ibu yang lain membuat wajah bunda memerah, rasa kesal dan rasa malu bertumpuk menjadi satu.” Tidak apa-apa, namanya juga anak kecil, nggak usah dimarahi” , kata ibu setengah baya di samping bunda, sedikit membuat hati bunda tenang.

Ibroh:
 Cerita ini saya tulis sekedar masukan bagi kita yang beranggapan bahwa membawa anak kecil kemasjid lebih banyak mudharat disbanding manfaatnya.
Riwayat yang menyebutkan membawa anak-anak ke masjid begitu banyak dan beragam. Salah satunya tentang kisah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang membawa cucu-cucunya ketika shalat berjamaah bersama para sahabat, di antaranya:

Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu shalat sambil menggendong Umamah -puteri dari Zainab binti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Abul ‘Ash bin Rabi’ah bin Abdisysyams- jika Beliau sujud, beliau meletakkan Umamah, dan jika dia bangun dia menggendongnya. (HR. Bukhari No. 516, Muslim No. 543)

Riwayat lainnya:

عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ أَنَّهُ: سَمِعَ أَبَا قَتَادَةَ يَقُولُ: " إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى وأُمَامَةُ ابْنَةُ زَيْنَبَ ابْنَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهِيَ ابْنَةُ أَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى عَلَى رَقَبَتِهِ، فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَهَا، وَإِذَا قَامَ مِنْ سُجُودِهِ أَخَذَهَا فَأَعَادَهَا عَلَى رَقَبَتِهِ "

Dari Amru bin Sulaim Az Zuraqiy, bahwa dia mendengar Abu Qatadah berkata: bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedang shalat sedangkan Umamah –anak puteri dari Zainab puteri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan juga puteri dari Abu Al ‘Ash bin Ar Rabi’ bin Abdul ‘Uzza - berada di pundaknya, jika Beliau ruku anak itu diletakkan, dan jika bangun dari sujud diambil lagi dan diletakkan di atas pundaknya. (HR. Ahmad No. 22589, An Nasa’i No. 827, Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf No. 7827, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa’i No. 827. Syaikh Syu’aib Al Arnauth juga menshahihkannya dalamTahqiq Musnad Ahmad No. 22589, dan Amru bin Sulaim mengatakan bahwa ini terjadi ketika shalat subuh)

Apa Hikmahnya?

“Berkata Al Fakihani: “Rahasia dari hal ini adalah sebagai peringatan (sanggahan) bagi bangsa Arab yang biasanya kurang menyukai anak perempuan. Maka nabi memberikan pelajaran halus kepada mereka supaya kebiasaan itu ditinggalkan, sampai-sampai beliau mencontohkan bagaimana mencintai anak perempuan, sampai-sampai dilakukan di shalatnya. Dan ini lebih kuat pengaruhnya dibanding ucapan.” (Fiqhus Sunah, 1/262)

Riwayat lainnya, Dari Abdullah bin Syadad, dari ayahnya, katanya:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar untuk shalat bersama kami untuk shalat siang (zhuhur atau ashar), dan dia sambil menggendong (hasan atau Husein), lalu Beliau maju ke depan dan anak itu di letakkannya kemudian bertakbir untuk shalat, maka dia shalat, lalu dia sujud dan sujudnya itu lama sekali. Aku angkat kepalaku, kulihat anak itu berada di atas punggung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan beliau sedang sujud, maka saya pun kembali sujud. Setelah shalat selesai, manusia berkata: “Wahai Rasulullah, tadi lama sekali Anda sujud, kami menyangka telah terjadi apa-apa, atau barangkali wahyu turun kepadamu?” Beliau bersabda: “Semua itu tidak terjadi, hanya saja cucuku ini mengendarai punggungku, dan saya tidak mau memutuskannya dengan segera sampai dia puas.” (HR. An Nasa’i No. 1141, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa’i No. 1141)

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:
“Hadits ini menjadi dalil bagi madzhab Syafi’i dan yang sepakat dengannya, bahwa bolehnya shalat sambil menggendong anak kecil, laki atau perempuan, begitu pula yang lainnya seperti hewan yang suci, baik shalat fardhu atau sunah, baik jadi imam atau makmum.

Kalangan Maliki mengatakan bahwa hal itu hanya untuk shalat sunah, tidak dalam shalat fardhu. Pendapat ini tidak bisa diterima, sebab sangat jelas disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memimpin orang banyak untuk menjadi imam, peristiwa ini adalah pada shalat fardhu, apalagi jelas disebutkan itu terjadi pada shalat shubuh.

Shahih Muslim mengatakan: “Jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangkit dari sujud, maka dinaikkannya anak itu di atas pundaknya.” Kemudian keterangan Al Khathabi bahwa memikul anak itu mengganggu kekhusyu’an sebagaimana menggunakan sajadah yang bergambar, dikemukakan jawaban bahwa memang memakai sajadah bergambar  itu mengganggu dan tidak ada manfaat sama sekali. Beda halnya dengan menggendong anak yang selain mengandung manfaat, juga sengaja dilakukan oleh Nabi untuk menyatakan kebolehannya. Dengan demikian, jelaslah bahwa yang benar dan tidak dapat disangkal lagi, hadits itu menyatakan hukum boleh, yang tetap berlaku bagi kaum muslimin sampai hari kemudian.” Wallahu A’lam (Imam An Nawawi, Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/307. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Riwayat lain, dari Abu Qatadah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنِّي لَأَقُومُ فِي الصَّلَاةِ أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ

“Saya mengimami dalam shalat dan hendak memanjangkan bacaannya, lalu saya mendengar tangisan anak-anak, maka saya ringankan shalat, aku tidak suka halmembuat sulit ibunya”. (HR. Bukhari No. 707)

Demikianlah berbagai riwayat tentang kebolehan membawa anak-anak ke masjid, dan betapa berkasih sayangnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan anak-anak, dan keterangan para ulama tentang hal ini.

Mengajak anak-anak ke masjid merupakan pendidikan buat mereka sebagai upaya penanaman sejak dini kepada mereka untuk mencintai masjid. Dan juga melatih keberanian, percaya diri dan pendidikan lainya. Ada pun kegaduhan yang mungkin akan terjadi, sebaiknya diantisipasi oleh orang tuanya. Hendaknya orang tua melakukan penjagaan dan himbauan kepada anak-anaknya untuk berlaku tertib. Jika tidak bisa, maka sebaiknya tidak membawanya sampai anak tersebut siap di bawa ke masjid.

Berkat Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah:

إذا حصل منهم إفساد أو ضرر فهذا مطلوب، وأما إذا لم يحصل فإن السنة جاءت بالإتيان بالصبيان إلى المسجد

Jika membawa mereka menghasilkan kerusakan atau mudharat, maka hal itu -yakni menjauhkan mereka dari masjid, pen- adalah diperintahkan, ada pun jika tidak ada dampak apa-apa, maka sunah telah menunjukkan tentang kesertaan anak-anak menuju masjid. (Syarh Sunan Abi Daud, 29/216)

Salam Romadhon, 1432 H

Abu Majid