Senin, 23 September 2013
Biaya dan Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung
Cukup banyak pasangan yang mengalami gangguan kesuburan melakukan program bayi tabung di luar negeri. Padahal, kualitas klinik bayi tabung di Indonesia tak kalah dengan negara tetangga.
Diperkirakan sekitar 4 persen pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki keturunan melakukan program bayi tabung di luar negeri.
Dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah klinik bayi tabung di Indonesia memang masih sedikit, yakni baru 26 klinik di 11 kota, terutama di kota-kota besar. Bandingkan dengan Jepang yang berpenduduk 110 juta orang dan memiliki 600 klinik kesuburan.
"Tetapi, dari segi fasilitas dan kemampuan, dokter kita sudah setara dengan negara tetangga. Angka keberhasilannya pun hampir sama, sekitar 40 persen," kata dr Budi Wiwengko, Sp OG, sekjen Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri).
Ia mengatakan, teknik-teknik terbaru yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi sudah bisa dilakukan di klinik dalam negeri, misalnya teknik ICSI atau menyuntikkan satu sel sperma ke dalam sel telur sehingga terjadi pembuahan. Fasilitas laboratorium yang canggih juga berperan cukup besar dalam menurunkan risiko kegagalan, terutama untuk memilih sel telur dan sel sperma berkualitas baik.
"Teknik dan pemeriksaan laboratorium terbaru sudah mampu melakukan pembesaran sel sperma hingga 6.000 kali sehingga bisa dilihat dengan jelas ada tidaknya kerusakan," imbuh dokter yang biasa disapa Iko ini. Iko menambahkan, memang ada beberapa hal yang belum dapat dikerjakan dokter di Indonesia, tetapi hal tersebut disebabkan faktor regulasi, bukan kemampuan.
"Kita tidak boleh melakukan donor sel telur atau sel sperma. Demikian juga dengan surrogate atau ibu pengganti. Di luar itu, kemampuan dokter kita tak kalah," katanya. Selain soal fasilitas dan kemampuan dokter, menurut Iko, melakukan program bayi tabung di dalam negeri juga lebih menghemat biaya. Di Indonesia, program bayi tabung membutuhkan dana sekitar Rp 30-60 juta.
"Di negara lain tentu lebih mahal karena harus mengeluarkan biaya akomodasi. Selain itu, jika kita melakukannya di sini tentu akan mendapat dukungan psikologis lebih besar dari keluarga," katanya.
Dukungan dari keluarga, menurut dia, berpengaruh besar terhadap keberhasilan program bayi tabung. Faktor lain yang berpengaruh adalah usia calon ibu.
Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung 30-60%
Anda punya masalah infertilitas dan berniat menjalani bayi tabung? Tak perlu repot merogoh kocek puluhan ribu dollar hanya untuk mengikuti program bayi tabung di luar negeri. Pasalnya, di Indonesia pun sejumlah pusat medis kini mampu menyediakan program fertilisasi in vitro dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi berkat pengembangan teknologi dan temuan obat-obatan terbaru.
Kepala Unit Program Bayi Tabung Rumah Sakit Bunda, Menteng, dr Ivan Rizal Sini, bahkan mengatakan tingkat keberhasilan program bayi tabung ini terbukti mencapai 30-60 persen. "Dalam 3 tahun terakhir angka keberhasilan bayi tabung mencapai 30-60 persen," ujarnya. Pasangan muda yang berusia di bawah 35 tahun, tambah dr Ivan, mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi di atas 33 persen dibandingkan pasangan dengan usia lebih tua.
Menurut dokter, yang pernah dipercaya menjadi kepala unit bayi tabung di Clinician of Repromed Darwin IVF Centre, Australia, pada tahun 2004–2005 ini, penyebab infertilitas sangat beragam. Mulai dari kurang berolahraga, merokok, alkohol, narkoba, hingga paparan radiasi di lingkungan kerja. Kendati demikian, dr Ivan menyebut sekitar 65 persen penyebab infertilitas ada di faktor pria. "Biasanya kan kalau ada pasangan yang tidak juga mendapatkan anak, pihak wanita dianggap yang menjadi penyebabnya. Padahal, masalah lebih banyak ada di pihak pria," cetusnya.
Program bayi tabung ini dilakukan dengan cara mempertemukan sel telur dengan sperma. Sebelumnya, sel telur ini diambil dengan cara disedot terlebih dahulu dari indung telur. Program ini terbilang mudah dan nyaman karena hanya perlu datang ke pusat medis atau klinik untuk melakukan konsultasi. "Tidak perlu bed rest, hanya perlu datang ke klinik, kemudian konsultasi, terus disuntik. Suntiknya juga bisa sendiri. Tetapi biayanya memang masih mahal," terangnya.
Jadi, bila Anda belum juga berhasil mendapatkan sang buah hati, jangan dulu berputus asa. Masih ada teknologi yang memungkinkan Anda mendapatkannya. (Sumber :Kompas.Com)
Program Bayi Tabung di RS.Universitas Hasanuddin
Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diresmikan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, memiliki keunggulan di banding beberapa rumah sakit pendidikan lainnya. Di antaranya adalah pelayanan Fertility Endocrine Reproductive Centre atau bayi tabung.
Hasanuddin University Hospital (HUH) ini, menurut Rektor Unhas Prof. Idrus A Paturusi di Makassar, merupakan program pendidikan nasional dalam upaya meningkatkan kemampuan teknologi kedokteran dalam menyelesaikan berbagai kasus kesehatan yang sulit melalui pengembangan penelitian dan pelayanan medik. "Rumah sakit ini akan bersinergi dengan RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) dalam menyajikan pelayanan kesehatan," kata Rektor.
Menurut Rektor, HUH lebih berkonsentrasi pada diagnostic centre dan hightech treatment melalui pemanfaatan teknologi dan alat kedokteran yang canggih serta sebagai pusat pelatihan bagi mahasiswa yang sedang belajar di perguruan tinggi atau pun tenaga praktisi rumah sakit yang hendak menambah keterampilan dan pengetahuan guna meningkatkan kualtas pelayanan kesehatan.
Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. Irawan Yusuf mengatakan, "HUH akan menerima rujukan dari berbagai rumah sakit lain guna menangani berbagai masalah kesehatan yang tidak mampu ditangani di rumah sakit lain yang merujuk. Pelayanan kesehatan yang tersedia di HUH antara lain deteksi dini penyakit melalui penggunaan teknologi canggih (hi-tech) seperti penggunaan biomolekuler serta pengembangan teknologi moderen dan pengembangan pusat-pusat layanan yang tidak dikembangkan di RSWS. Misalnya, bayi tabung, pusat kanker, termasuk radioterapi, immunoterapi, terapi gen, dan sebagainya, juga trauma centre, neurointervention centre (termasuk deteksi dini kelainan otak, pemasangan stent, penggunaan gamma knife, stem cells serta "one day care".
Sebagai rumah sakit pendidikan, HUH lebih terfokus pada penelitian untuk kemajuan ilmu kedokteran, pendidikan kedokteran, dan pelayanan masalah-masalah kesehatan yang advanced.
Untuk itu, HUH tidak akan membuka pelayanan poliklinik, namun tetap menyediakan unit gawat darurat untuk menerima pasien-pasien yang mengalami masalah kesehatan kegawatdaruratan akibat kecelakaan.(Sumber:Kompas.Com)
BAYI TABUNG KEMBAR 4 LAHIR DI PURWAKARTA
Bayi kembar empat lahir di RS Efarina Etaham, Purwakarta, Jawa Barat. Orangtua bayi kembar empat ini, pasangan dokter Didit-Widagdo, merupakan peserta program bayi tabung.Empat bayi kembar anak pasangan dokter, yaitu dr.Didit Widagdo (35) dan dr.Vita (33). Didit dikenal sebagai spesialis bedah di rumah sakit tersebut, sedangkan Vita dokter di sebuah rumah sakit di Bandung.
"Proses persalinannya sekitar satu jam melalui operasi caesar. Jenis kelamin bayinya, dua lelaki dan dua perempuan," kata Jeffry Panjaitan, dokter spesialis kandungan yang memimpin operasi caesar tersebut, . Menurut Jeffry, secara medis usia kehamilan sang ibu yang mencapai 34 minggu sudah cukup untuk melahirkan. Operasi dilakukan karena sang ibu sudah tak tahan lagi dengan kondisi perutnya yang semakin besar. Jeffry menjelaskan, proses kehamilan tersebut direncanakan oleh pasangan Didit-Vita dengan cara bayi tabung. Kabarnya, proses bayi tabungnya di Bandung. Biasanya, kata dia, orangtua bayi menanam lebih dari satu embrio di kandungan untuk jaga-jaga."Ternyata keempatnya hidup. Jadi, baru kali ini ada kembar empat persalinan bayi tabung. Umumnya cuma dua," ujarnya.
Meski secara medis keempat bayi itu sehat, kata Jeffry, bobotnya rata-rata 1 kg alias prematur. Karena itu keempatnya kini menjalani perawatan di inkubator.
Delapan tahun
Kelahiran empat bayi sekaligus itu membawa kebahagian bagi keluarga besar pasangan dokter Didit-Vita. Kerabat mereka dari Solo dan Bandung juga sudah datang menjenguk. "Alhamdulillah, ternyata kelahirannya pun lancar. Jelas senang sekali. Ini usaha maksimal kami selama delapan tahun," kata Didit Widagdo mengungkapkan perasaannya.
Banyak jalan yang telah ditempuh pasangan ini untuk mendapatkan keturunan. Program bayi tabung dipilih pasangan itu setelah mereka menjalani tiga kali inseminasi. Ketiganya gagal. Padahal, berdasarkan pemeriksaan, kesehatan reproduksi keduanya normal. Atas saran seorang dokter, mereka mendatangi Klinik Aster, Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, kira-kira setahun lalu. Setelah berembuk secara matang, akhirnya mereka memutuskan mengikuti program bayi tabung itu.
Biaya Rp 50 juta
Program bayi tabung ini sudah ada di beberapa rumah sakit milik pemerintah, baik di Jakarta, Bandung, maupun Surabaya. Di Bandung, kata Didit, biaya untuk mengikuti program bayi tabung saat itu sekitar Rp 50 juta. Dana sebesar itu dibutuhkan mulai dari konseling hingga proses penanaman embrio. "Berhasil enggak berhasil ya ongkosnya segitu. Kalau ternyata gagal di tengah jalan, ya harus mulai dari awal lagi kalau memang masih berminat," katanya.
Secara medis, sel telur dan sperma diambil sesuai kebutuhan. Proses pembuahan dilakukan di luar rahim. Embrio yang terbaguslah yang kemudian dipilih untuk ditanamkan ke rahim sang ibu. Soal berapa embrio yang hendak ditanam, kata Didit, dilakukan sesuai perjanjian. Biasanya, empat embrio saja belum tentu bertahan. "Karena itu, kami kaget campur senang sewaktu tahu keempatnya ternyata berhasil," katanya.
Sama saja
Dokter ginekologi dr H Abdul Radjak SpOg menganggap peristiwa bayi tabung kembar empat adalah normal. "Kemungkinan bayi tabung kembar dua, tiga, atau empat itu mungkin saja, sama seperti kandungan natural," . Ia mengatakan, prinsip pembuahan bayi tabung dan pembuahan kehamilan normal sama saja. Yang membedakannya hanya pertemuan sperma dan sel telur terjadi di luar rahim.
Dokter di RS MH Thamrin ini menjelaskan, anak kembar bisa terjadi akibat pembelahan sel telur secara individual. "Saya kurang tahu rasio kembar empat, kalau tidak salah, 1 banding 1 juta kelahiran. Nah, kalau bayi tabung kan baru sekitar ribuan kali dilakukan di Indonesia sehingga kembar empat bayi tabung sangat jarang," ujarnya. (sumber NN/chi/sab)
Jumat, 06 September 2013
DAFTAR NAMA SEKOLAH ASRAMA / BOARDING
Berikut Beberapa Nama Sekolah Asrama (Referensi)
Biaya Masuk Standar Rp.18.800.000,00
Dengan rincian sbb:
- Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) Rp 8.500.000,00
- Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) Rp 8.000.000,00
- Iuran SPP (untuk Bulan Juli)/ per bulan Rp 2.000.000,00
- Komite Sekolah/BP 3 Rp 300.000,00
4. SMP AZHARI ISLAMIC SCHOOL LEBAK BULUS
Uang Pendaftaran & Test Masuk : Rp 250.000,00
1) 1 kelas maksimal 16 students.
2) Jadwal Kepulangan Siswa setiap dua pekan sekali
3) Guru dari dalam dan luar negeri (lulusan Indonesia, Australia, Malaysia, Amerika, dan Canada)
4) Native Speaker ( sebagai encourage students English abilities)
5) Environment English Speaking
6) Upgrading quality students.
7) IGCSE System ( full certificate o’ level: dengan minimal 7 subjects),
syarat Ijazah IGCSE: minimal mengambil 7 subject ujian diantaranya:
1) Math,
2) English,
3) Bahasa Indonesia,
4) Islamic Studies,
5) ICT,
6) Physic,
7) Pilihan (Art, Biology, Chemistry dan Bussiness Studies ).
8) Mendapatkan Ijazah utama dan Ijazah tambahan : Ijazah SMP, Ijazah SMU (Diknas), Ijazah O’level, dan Ijazah/sertifikat lokal sekolah.
9) Waktu sekolah yang lebih singkat : bisa meninggalkan bangku sekolah hanya dalam waktu 5 tahun. ( Form 5, atau kelas II SMU)
10)Islamic Environment ( salimul aqidah, shohihul ibadah, akhlaqul karimah ).
11)Wajib program magang 3 bulan di beberapa institusi yang menjadi rekanan Jisc, sebelum meninggalkan sekolah, sbagai: latihan menjadi cashier, customer service, business-man, accounting, dll. (dengan honorarium students dari sekolah ).
SMP Presiden menerima pendaftaran calon siswa baru SMP Presiden melalui 3
Jalur:
1. Jalur Tes Reguler, yaitu seleksi potensi akademik bidang Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Psikotes dan wawancara.
SEMOGA BERMANFAAT.........................(ABU MAJID)
Sekolah-sekolah berikut menjadi
rujukan Karyawan-karyawan PKT
1. Nurul Fikri Serang Banten (Boarding) -Nurul Fikri Depok (FullDay)
- Alumni putra
dari Bp.Wien Hartono,Bp.Sudihardi,Bp.Boyke Nayarana,dll
- Masih Aktif
putra Bp.Ismail (instrument),Bp.Budi Haryanto K4 dll
2. Nurul Fikri Lembang
- Masih aktif (
anak saya/SMP ),Putri Bp.Arief Rusdi (SMU), Putri Bp.Atang Sahidin (Pensiunan)
3. As-Syifa Sukabumi ( Paling
banyak alumni dan siswa aktif dari Anak Kary.PKT )
4. Al-Kahfi Bogor (Putri
Bp.A.Kadir, Kabag POPKA )
5. Al-BIINA (Putra Bp.Rohmat
Setyabudi, Instrument)
6. DARRUNNAJAH (Putri Bp.Ahmad
Muhadi, Dir.Kalianusa)
7. Insanul Fikri Magelang ( Putra
Bp.Maryono SDM)
8. ABU BAKAR Yogyakarta
( Banyak Alumni Bontang )
9. Al Azhar (Jakarta,Semarang,Jogja,Solo ) dll
10.Insan Cendikia BSD Serpong (SMP)
11.Internat Al-Kausar Sukabumi (SMP)
12.Insan Cendikia Sukabumi (SMU)
13.Sekolah Pasiat / Turki (tersedia beasiswa Prestasi Pemprof Kaltim / 40 siswa th.2013 @ 10 siswa)
* SEMESTA Semarang
* PRIBADI Bandung
* Yogyakarta
* Surabaya
14.SMP Sudirman Jakarta
15.SMU DWIWARNA Bandung ( System Kredit Semester / SKS)
16.SMP Presiden Bandung
17.Lain-lain
Pendaftaran dan Biaya :
1. SMP Internat Al Kausar dan
SMA Insan Cendekia Al Kausar.
Biaya
Pendaftaran Rp. 600.000,00
Biaya Tahunan Rp 3.500.000,00
SPP bulanan Rp.
4.250.000,00
Uang Gedung Rp. 42.500.000,00
2. SMP Islam Al-Azhar 19 Cibubur (Non Asrama)
Daya
Tampung
: 150 murid (5 kelas)
Kelas
Regular
: 90 orang (3 kelas)
Kelas
Bilingual
: 60 orang (2 kelas)
a. Formulir Pendaftaran Program Kelas Reguler : Rp. 200.000,00
b. Formulir Pendaftaran Program Kelas Bilingual : Rp. 250.000,00
- Uang
Gedung
: Rp. 18.000.000,00
- SPP bulanan
Kelas Reguler : Rp.
750.000,00
Kelas Bilingual : Rp.
850.000,00
3. SMP
Dan SMA
Islam Nurul
Fikri Boarding
School
Biaya formulir dan
seleksi
Rp 500.000, 00Biaya Masuk Standar Rp.18.800.000,00
Dengan rincian sbb:
- Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) Rp 8.500.000,00
- Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) Rp 8.000.000,00
- Iuran SPP (untuk Bulan Juli)/ per bulan Rp 2.000.000,00
- Komite Sekolah/BP 3 Rp 300.000,00
4. SMP AZHARI ISLAMIC SCHOOL LEBAK BULUS
Uang Pendaftaran & Test Masuk : Rp 250.000,00
Uang Gedung
: Rp. 18.950.000,00
SPP / bulan
: Rp. 700.000,00
5. SMP-SMA Almanar Azhari
Islamic International Boarding, Depok
SPP bulanan Rp
2,100,000,00
Uang Gedung Rp 20.000.000,00
Biaya tahunan Rp. 5.000.000,00
Di tahun ajaran 2011-2012, Almanar menerima 36 siswa SMP dan 19 siswa SMA
6. SMP/SMA SEMESTA SEMARANG
Biaya
Pendaftaran Rp.
1,000,000,00
Uang Gedung
Rp. 30,000,000,00
SPP /
bulan Rp. 1,800,000,00
Asrama / bulan
Rp. 1,250,000,00
Kegiatan tahuanan
Rp. 3,000,000,00
Buku Rp. 3,000,000,00
Seragam Rp. 1,200,000,00
Perlengkapan Asrama
Rp. 5,000,000,00
Uang Kesehatan
Rp. 500,000,00
7. SMP – SMA JAKARTA ISLAMIC BOY
BOARDING SCHOOL
( INTEGRATED ISLAMIC INTERNASIONAL SCHOOL )
( INTEGRATED ISLAMIC INTERNASIONAL SCHOOL )
Biaya Pendaftaran Rp.
500,000,00
Uang Gedung
Rp. 90.000.000,00
Biaya SPP Rp.5.000.000 /bulan
Peserta didik maksimal 16 orang dalam satu kelas
Keunggulan Secondary (JIBBS) diantaranya :1) 1 kelas maksimal 16 students.
2) Jadwal Kepulangan Siswa setiap dua pekan sekali
3) Guru dari dalam dan luar negeri (lulusan Indonesia, Australia, Malaysia, Amerika, dan Canada)
4) Native Speaker ( sebagai encourage students English abilities)
5) Environment English Speaking
6) Upgrading quality students.
7) IGCSE System ( full certificate o’ level: dengan minimal 7 subjects),
syarat Ijazah IGCSE: minimal mengambil 7 subject ujian diantaranya:
1) Math,
2) English,
3) Bahasa Indonesia,
4) Islamic Studies,
5) ICT,
6) Physic,
7) Pilihan (Art, Biology, Chemistry dan Bussiness Studies ).
8) Mendapatkan Ijazah utama dan Ijazah tambahan : Ijazah SMP, Ijazah SMU (Diknas), Ijazah O’level, dan Ijazah/sertifikat lokal sekolah.
9) Waktu sekolah yang lebih singkat : bisa meninggalkan bangku sekolah hanya dalam waktu 5 tahun. ( Form 5, atau kelas II SMU)
10)Islamic Environment ( salimul aqidah, shohihul ibadah, akhlaqul karimah ).
11)Wajib program magang 3 bulan di beberapa institusi yang menjadi rekanan Jisc, sebelum meninggalkan sekolah, sbagai: latihan menjadi cashier, customer service, business-man, accounting, dll. (dengan honorarium students dari sekolah ).
8. SMU DWIWARNA
Pendaftaran
1. Mengisi
pendaftaran on line di www.smadwiwarna.net.
2. Biaya pendaftaran adalah Rp. 1.500.000,- (biaya tes
dan akomodasi selama 2 hari).
3. Booking fee Rp. 2.500.000,- (Bukan merupakan pembayaran uang gedung). Biaya ini akan dikembalikan
jika siswa tidak lulus seleksi, namun bila lulus seleksi tetapi mengundurkan diri booking fee tidak
dapat ditarik kembali.
Biaya Pendidikan
1. Uang gedung
Rp. 49.000.000,-.
2. SPP perbulan Rp.
5.000.000,- (30.000.000/semester)
SMP PRESIDENT
1. Jalur Tes Reguler, yaitu seleksi potensi akademik bidang Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Psikotes dan wawancara.
2. Jalur Prestasi, yaitu bila
calon siswa telah mengukir prestasi akademik maupun non akademik minimal
di tingkat kabupaten, dan nilai rata-rata rapor kelas 4, kelas 5 dan kelas
6 adalah minimal 80.
*Pendaftaran melalui program Early Bird dapat dilakukan dari
kelas 5 atau kelas 6 dalam setiap tahunnya. Ketentuan layanan istimewa di
program Early Bird dapat menghubungi sekretariat penerimaan siswa
baru SMP Presiden.
Boarding School...Apa Itu ?
Oleh : Abu MAjid
Jauh-jauh hari sebelum pengumuman kelulusan
Ujian Nasional, sekolah-sekolah berbasis Asrama atau Boarding atau juga sekolah
FullDay setingkat SD sampai SMU sudah
membuka pendaftaran siswa baru, yang biasanya dimulai sekitar bulan Nopember atau Desember, sedangkan
tahun ajaran baru akan dimulai sekitar bulan juni atau juli.Waktu yang panjang
memungkinkan para orangtua untuk dapat memilih sekolah dengan lebih baik. Bagi
orangtua dan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah Boarding, waktu
yang panjang dapat dimanfaatkan untuk melakukan survey terlebih dahulu kebeberapa
sekolah yang dituju.
Momen liburan, selain
mudik berlebaran orangtua juga dapat sekalian ber”wisata” pendidikan dengan
mendatangi langsung sekolah-sekolah Asrama yang telah menjadi referensi. Waktu
liburan sangat tepat, karena calon siswa dapat ikut menjelajah dengan maksud agar
dapat menangkap secara fisik dan visual bagaimana suasana di sana.Ini menjadi
sangat penting baginya mengingat dia
nanti yang akan menghabiskan waktu bertahun-tahun tinggal disana.
Komunikasi
antara Orangtua dan anak mutlak dibutuhkan, jangan sampai si anak suka sekolah
A sedangkan orangtuanya suka sekolah B. Jangan lupa menggali sebanyak mungkin informasi
yang dibutuhkan saat bertemu dengan panitia penerimaan siswa baru.Yang
terpenting adalah mengetahui fasilitas yang tersedia seperti asrama, sarana olahraga, waktu kunjungan
orangtua serta piranti penunjang belajar mengajar dll.
Nah
… faktor penting yang tak boleh dilupakan dan diabaikan adalah pendapat anak
kita Tanyakan bagaimana perasaannya ? Gali juga keinginannya tentang sekolah
yang diidamkannya. Akan lebih berhasil kelak proses belajar siswa bila masuk
sekolah berasrama atas kehendak sendiri. Bila ada unsur paksaan biasanya siswa
cenderung kurang berhasil bahkan ada yang keluar karena tidak sesuai dengan
keinginannya
Perlu
diketahui juga bahwa tes masuk ke sekolah berasrama tidak sama antar sekolah
satu dengan lainya, baik materi,waktu serta biayanya. Namun umumnya adalah meliputi
Tes kesehatan, tes kemampuan akademik, baca tulis Al Quran, dan wawancara. Ada juga sekolah yang
memakai psikotes.
Alasan Memilih Sekolah Ber-Asrama / Boarding School
Bagi sebagian besar kita yang tinggal
dibontang dengan iklim religi yang cukup baik, sekolah Boarding bukan lagi
menjadi alternative, tetapi telah menjadi kebutuhan atau pilihan. Seperti
halnya saya, sebagai orangtua yang merasa tidak mempunyai kemampuan untuk
membekali anak dengan nilai-nilai agama yang memadai, memilih sekolah Boarding adalah
“wajib”. Namun jika kita “keluar” sebenarnya pergeseran paradigma terhadap
pendidikan anak tidak hanya terjadi di bontang saja. Sebagian besar memiliki
alasan yang sama, yaitu kebutuhan akan muatan religi. Dengan harapan akhlak
sholeh/sholehah dapat terbentuk disana. Sebagai bekal untuk membentengi diri
dari “zaman technologi”. Selain itu kesibukan pekerjaan orangtua juga menjadi
alasan kedua mengapa
Boarding School menjadi
pilihan para orangtua yang keduanya bekerja diluar rumah.
Problem dikota-kota besar
sedikit berbeda dengan kota-kota kecil seperti bontang. Seorang pakar
pendidikan mengatakan Jarak yang jauh antara lokasi sekolah dengan tempat
tinggal menjadi salah satu kendala bagi siswa untuk dapat belajar secara efektif. Di Jakarta, Bandung, Bekasi dan daerah sekitarnya,
kemacetan merupakan hal yang paling sering ditemui setiap harinya, terutama di
pagi dan sore hari. Pada pagi hari, tidak hanya siswa yang akan berangkat
sekolah, tapi juga para pekerja juga akan pergi bekerja – terlebih bagi para
pekerja yang lokasi kantor dan tempat tinggal jauh. Beberapa saat yang lalu
ketika saya mengantar anak sekolah ke Bandung,
pemandangan “tumpah” nya para pekerja dan para siswa sangat nyata terlihat. Para pelajar yang tinggal jauh dari sekolah harus
berangkat lebih awal agar tidak terlambat mengikuti kegiatan belajar mengajar
di sekolah dan juga untuk menghindari kemacetan di pagi hari. Pada siang hari
ataupun sore hari, ketika para pelajar yang hendak pulang ke rumah, juga perlu
menghadapi kemacetan di jalan.
Kemacetan tidak hanya menghabiskan tenaga untuk
menunggu hingga lalu lintas menjadi lancar, tapi juga menyita waktu bagi yang
korban macet ini – waktu yang sebenarnya dapat digunakan untuk melakukan hal
lain pun, hanya bisa digunakan untuk menunggu agar bisa terbebas dari kondisi
macet tersebut.(Budaya di Jepang, yang setiap waktu dapat dimanfaatkan dalam
berbagai kondisi tidak bisa diterapkan di Negara kita)
Bagi para pelajar, terutama siswa SMP, yang perlu
beradaptasi dengan transisi cara belajar dari SD ke SMP waktu adalah suatu hal
yang penting. Pemilihan SMP dengan lokasi tidak strategis dari tempat tinggal
dapat menjadi kendala siswa untuk beradaptasi. Maka bagi kita orangtua selain
lokasi, kualitas dari SMP tersebut perlu diteliti.
Dari berbagai masalah diatas, maka wajar jika
para pakar pendidikan menyarankan satu solusi yang tepat bahwa akan sangat
bijak jika para pelajar tersebut masuk ke dalam SMP Berasrama
(SMP Boarding School). Dalam SMP berasrama mereka tidak
perlu lagi menghabiskan waktu untuk menghadapi macet, yang sebenarnya dapat
digunakan untuk menjadi waktu belajar dan bersosialisasi dengan teman-teman
sebaya. Para pelajar juga dapat belajar
bersama lebih intensif dibandingkan dengan jika kondisi sekolah jauh dari
lokasi tempat tinggal.
Tidak hanya dari sudut siswa, para orang tua juga
merasa tenang dengan menyekolahkan anaknya di SMP berasrama karena anak mereka
yang akan lebih fokus belajar dibandingkan menghabiskan waktu untuk menghadapi
kemacetan baik di ketika berangkat sekolah ataupun pulang sekolah yang dapat
menyita tenaga lebih dan mengurangi konsentrasi dan tenaga anaknya untuk
belajar di sekolah dan di rumah……(Abu
Majid )
Selasa, 30 Juli 2013
Berburu Sekolah ber-Asrama....
Oleh : Abu Majid
Para Orangtua yang memiliki putra-putri kelas 6 atau kelas 3 SMP, moment lebaran dan liburan seperti ini biasa digunakan untuk berlibur sekaligus mencari informasi serta survei tentang sekolah-sekolah berbasis Asrama di Jawa.
Sekolah Asrama (Boarding) menjadi pilihan para orangtua dewasa ini. Para Orangtua mengganggap perlunya putra-putrinya mengenyam pendidikan tak hanya formal tetapi pendidikan akhlak juga menjadi kebutuhan yang mendasar.
Tahun ini anak saya telah memasuki tahun pertama di Asrama, dia harus mencoba berpisah dengan orangtua,saudara dan teman-teman sepermainannya.
Sebagai orangtua kita harus bijak dalam "memilihkan" sekolah untuk putra-putri kita.Kenapa saya sebut "memilihkan".Banyak diantara kita yang ketika mendengar anak-anak kita sekolah di"luar".mereka mengatakan "Sekolah Boarding jauh-jauh itu pilihan anaknya atau pilihan orangtuanya ?".Bapak dan ibupun pasti pernah mendapat pertanyaan serupa.Bagi saya,untuk anak-anak lulusan SD yang menginjak remaja. kata "memilihkan"dan "mengarahkan beda-beda tipis.anak-anak usia segitu belum punya pilihan, sehingga yakinlah ketika kita ajukan pertanyaan mau melanjutkan disekolah mana,maka anak-anak akan memilih sekolah yang disitu menjadi pilihan mayoritas teman-teman SDnya.
Para Orangtua yang memiliki putra-putri kelas 6 atau kelas 3 SMP, moment lebaran dan liburan seperti ini biasa digunakan untuk berlibur sekaligus mencari informasi serta survei tentang sekolah-sekolah berbasis Asrama di Jawa.
Sekolah Asrama (Boarding) menjadi pilihan para orangtua dewasa ini. Para Orangtua mengganggap perlunya putra-putrinya mengenyam pendidikan tak hanya formal tetapi pendidikan akhlak juga menjadi kebutuhan yang mendasar.
Tahun ini anak saya telah memasuki tahun pertama di Asrama, dia harus mencoba berpisah dengan orangtua,saudara dan teman-teman sepermainannya.
Sebagai orangtua kita harus bijak dalam "memilihkan" sekolah untuk putra-putri kita.Kenapa saya sebut "memilihkan".Banyak diantara kita yang ketika mendengar anak-anak kita sekolah di"luar".mereka mengatakan "Sekolah Boarding jauh-jauh itu pilihan anaknya atau pilihan orangtuanya ?".Bapak dan ibupun pasti pernah mendapat pertanyaan serupa.Bagi saya,untuk anak-anak lulusan SD yang menginjak remaja. kata "memilihkan"dan "mengarahkan beda-beda tipis.anak-anak usia segitu belum punya pilihan, sehingga yakinlah ketika kita ajukan pertanyaan mau melanjutkan disekolah mana,maka anak-anak akan memilih sekolah yang disitu menjadi pilihan mayoritas teman-teman SDnya.
Kamis, 05 April 2012
Pak Guru.....
Pak Guru-------------
Dening : Abu Majid
Awan iki hawane panas ora karuan, srengenge sumorot tanpo aling-aling mego, panase ngedhap-edhapi tenan.Sajak e ing kutho wates iki wis meh musim kemarau.Tanganku sing tengen wiwit mau wis nempel ing nduwure alis ngaling-alingi blerenge srengenge . Aku mandeg sedhelo sinambi tingak- tinguk kiwo tengen, mbok menowo ono tukang becak kang lagi golek penumpang. Ndilalah panase koyo ngene kok yo ora ono sak sliweran tukang becak liwat.
Alon-alon aku mlaku meneh sinanbi ngelap eluh sing pating dlewer koyo grimis. Aku neruske laku pinuju pojokan terminal bis sing katon rodho lengang . Sinambi ngenteni bis, sauntoro calon penumpang podho keleleran ing jubin sing kroso anyes.
“Mas, becak mas….”Seko kadohan katon sawijining tukang becak ing ngarep warung ngawe-awe marang aku. Aku nuli nyedak marang dhewek e kang nembe markir becake. Seko njeroning warung, siji-loro wong metu sinambi nggowo gelas kopi pinuju pos ing sebelahe warung.
“ Mbecak Mas, monggo dateng pundhi kulo derek aken….?” Tukang becak ing ngarep warung kuwi mbaleni nawarke jasa marang aku. “Kulo tak nitip tas rumiyen nggih Pak, ajeng ngaso sekedap.Wah panase jan ngedhap-edhapi nggih”, kondhoku karo ndeleh ake tas sing wiwit mau tak gendong .Isine ora sepiro, lha wong mung kanggo cangkingan wae kok.
”Inggih Mas, pun pinten-pinten dinten mboten jawah, njalari hawane garing…” jawabe tukang becak iku aweh kaweruh .
“Lho Pak, meniko kok wonten tas sekolah, menopo wonten penumpang ingkang ketinggalan tase, Pak..?.Pitakonku marang tukang becak sing katon rodho klimis iku.” Oo..mboten Mas, meniko tase bocah-bocah”, sumaure tukang becak karo mesem. “Wahh Mas, Bapak niki asmane Pak Guru Salamun, kompletipun Pak dokterandus Salamun “. Tukang becak liyan sing nembe lunggúh ongkang-ongkang ånå lincak ing ngarep warung melu nyauti. Sing disebut Pak Guru Salamun iku mung mesem sajak rodo isin. “ Ooo..mekaten..” aku manthuk-manthuk. “Guru ning nyambi mbecak” bathinku. "Opo bayarane Guru iku ora cukup kanggo urep ing Jogja sing kondhang sak antero jagad yen opo-opo murah.”. Aku banjur mlebu lan melu lungguhan ono ing lincak sing ora pati jembar kuwi. “ Kulo tak nunut lungguh rumiyin nggih Pak, Wah jan panas banget nggih”.kondhoku njaluk idin marang Bapak-bapak tukang becak sing lagi wédangan kopi.
” Ses, Mas..”Salah sawijining tukang becak nawari rokok marang aku. ”Maturnuwun Pak, kulo mboten merokok” sumaurku kanthi sopan.”Lha nanging ten riki kathah luk udud ipun rencang-rencang je, mboten nopo-nopo tho?” .” Ohh..mboten menopo, monggo sekecak aken …”kondhoku ."Sês, Pak Guru!?" Tukang becak kang aran Pak Narto iku genti nawari Pak salamun sing isih ngelus-elus becak e.
"Matúr nuwún! Aku nggåwå, lha iki!" sêmauré Pak Salamun karo ngrógóh kanthóng ngêtókaké rókóké.
Pak Narto durúng sêmpat lunggúh naliko dumadak an ånå swårå rådå banter seko njobo pos. “ Pak Guru, kulo di dugek aken nggih, kosong tho Pak ?” Katon ibu-ibu nggendong tenggok sajak kebak dagangan.” Wah..nyuwun sewu Yu, niki Mas e ajeng mbecak je, Dik Narto mawon nganggur”. Sumaure Pak Guru Salamun sopan."Ayo Dhík Narto, gèk ndang ditêrké. Wís kawanan jé...! Mau tanginé kêrinan, mêngko ibu-ibu sêlak ngêntèni."
Tanpå ngucap Pak Narto mak klepat têrús nyandhak tenggok e ibu-ibu kuwi, sajak pancen wis langganan poro tukang becak ing pos iku. Tenggok banjur di unggahke ing sisih kiwo, lan ibu-ibu iku lungguh ing sisih tengene. Pak Narto banjur ngayuh becak e, nggendring têrús bablas. Ninggalké kanca-kancane sing isih nunggu langganane. Gandeng wis sauntoro lan wis rodho isis, aku ugo gage-gage pamitan lan metu seko pos banjur nyedhaki Pak Guru, tukang becak sing saguh ngeterke aku.” Monggo Pak Guru, kulo pun radhi ilang kesele” aturku.” Wahh ..Mas, kok Pak guru tho, kulo dadi isin je, rencang-rencang niku pancen terkadang nggoda kulo..”sumaure Pak Salamun sinambi muter becak e.”Ohh inggih..badhe tindhak pundi Mas…”pitakone Pak Salamun, rumongso durung ngerti tujuanku.” Ten ATM Mandiri Pak, ingkang paling celak pundhi nggih?” aku ganthi takon .”Monggo minggah mawon, mangke kulo derek aken ten Pro liman mawon”.
"Matúr nuwún! Aku nggåwå, lha iki!" sêmauré Pak Salamun karo ngrógóh kanthóng ngêtókaké rókóké.
Pak Narto durúng sêmpat lunggúh naliko dumadak an ånå swårå rådå banter seko njobo pos. “ Pak Guru, kulo di dugek aken nggih, kosong tho Pak ?” Katon ibu-ibu nggendong tenggok sajak kebak dagangan.” Wah..nyuwun sewu Yu, niki Mas e ajeng mbecak je, Dik Narto mawon nganggur”. Sumaure Pak Guru Salamun sopan."Ayo Dhík Narto, gèk ndang ditêrké. Wís kawanan jé...! Mau tanginé kêrinan, mêngko ibu-ibu sêlak ngêntèni."
Tanpå ngucap Pak Narto mak klepat têrús nyandhak tenggok e ibu-ibu kuwi, sajak pancen wis langganan poro tukang becak ing pos iku. Tenggok banjur di unggahke ing sisih kiwo, lan ibu-ibu iku lungguh ing sisih tengene. Pak Narto banjur ngayuh becak e, nggendring têrús bablas. Ninggalké kanca-kancane sing isih nunggu langganane. Gandeng wis sauntoro lan wis rodho isis, aku ugo gage-gage pamitan lan metu seko pos banjur nyedhaki Pak Guru, tukang becak sing saguh ngeterke aku.” Monggo Pak Guru, kulo pun radhi ilang kesele” aturku.” Wahh ..Mas, kok Pak guru tho, kulo dadi isin je, rencang-rencang niku pancen terkadang nggoda kulo..”sumaure Pak Salamun sinambi muter becak e.”Ohh inggih..badhe tindhak pundi Mas…”pitakone Pak Salamun, rumongso durung ngerti tujuanku.” Ten ATM Mandiri Pak, ingkang paling celak pundhi nggih?” aku ganthi takon .”Monggo minggah mawon, mangke kulo derek aken ten Pro liman mawon”.
Becak e Pak Guru Salamun dipedhal alon-alon, angin semilir seko arah tengen kroso mak nyess, panase srengenge kroso sudho.
Aku kelingan ucapane tukang becak kanga aran Pak Narto ing pos mau, sajak Pak Salamun iki pancen Guru tenanan, sebab tukang becak liyane katon tansah hormat banget marang Pak Salamun.” Lho Pak Salamun ngasto wonten pundhi kok jam semanten sampun mbecak ?”pitakonku rodho penasaran. “Kulo ngajar bocah-bocah ing SMP Kedung sari Mas, biasanipun kulo mbecak sak sampunipun bubar sekolah, namung sak meniko rak nembe bar THB, dados bocah-bocah sami prei, milo kulo saget mbecak wiwit enjing” sumaure Pak Salamun sinambi ngayuh becak e. Pak Salamun cerito akeh babagan mulo sebabe piyambak e mbecak. Aku yo ugo rodho seneng di jak cerito ngalor-ngidul. Jebul miturut ceritane Pak Salamun, dhewek e pancen nyandang gelar Dokterandus, sarjana matematika lulusan IKIP Jogja tahun 80-an, sing saiki ganti jeneng dadi UNY. Ceritane Pak Guru salamun iki menarik banget, nggugah jiwa jurnalis ing awak ku, mulo aku gage-gage matur marang Pak Salamun” Pak salamun, muter mawon saget mboten Pak, kulo kok dumadakan mawon kepingin keliling-keliling rumiyen. Kulo sampun nem taun mboten mlampah-mlampah mriki.” Kondoku rodho goroh.”Lajeng leh ten ATM pripun Mas..?”sumaure Pak salamun ngelingake.” Gampil Pak, mangke mawon..” sumaurku .
Pak Salamun muter becak e arah kiwo pinuju pinggiran kutho Wates sebelah wetan. Dalan aspalan iku rodho sepi, sajak liburan sekolah pancen ndadek ake dalan-dalan wates utowo jogja umume rodho sepi. Sebab yen wayah sekolah, wayah esuk utowo wayah bubaran sekolah dalan-dalan dikebaki bocah bocah sing nyedhaki ongko wolung puluh persen numpak sepeda onthel menyang sekolah. Kepomo malah separo dalan duwek e bocah-bacah mau.” Nun inggih Mas, panjenengan saking pundhi tho, kok sajak familier kalih daerah mriki”.Pitakone Pak Salamun ngaget ake lamunanku.” Kulo aslinipun saking daerah mriki ugi Pak, namung pun sewelas taun glidik wonten Kalimantan.” Kondhoku njelas ake.”Ohh..lha Kalimantan sisih pundhi Mas..?” Ganti pak salamun sing sajak rodho penasaran.” Ten mBontang Pak, Kalimantan Timur”aturku maneh.”Nek kalian balikpapan celak menopo tasih tebih Mas”. Pitakone Pak Salamun maneh.”Saking balikpapan tasih nem jam jalan darat Pak” kondhoku .” Ooo…mekaten”. Najan aku ora weruh, ning aku ngerti yen Pak Salamun manggut-manggut. Mboh manggut karono dong utowo tambah bingung.
“ Pak Salamun sampun pinten tahun mbecak Pak....nyuwun sewu niki, menopo mboten isin kalian rekan sejawat utawi kalian murid-murid.”pitakonku rodho was-was, mengko gek-gek Pak Salamun kesinggung.”Ha..ha.., Isin nggih mboten tho Mas, mulanipun rencang-rencang nggih sami paring kaweruh. Menopo mboten wonten pekerjaan sambilan liyanipun kejobo mbecak..?,Lha pripun. Becak niki warisan saking Bapak, Wasiat ipun swargi Bapak supados becak niki di rumat, soalipun anggen kulo dados guru niku nggih saking Bapak Mbecak meniko”.Pak Salamun crito tanpo tedeng aling-aling.”Menawi murid-murid nggih sami sampun ngertos, lha kadang-kadang menawi pas mbecak terus wonten murid sing ajeng mbecak nggih kulo dugek aken, malah kulo gratisi Mas..ha..ha..”ature Pak Salamun karo roso bangga.
Aku banjur kèlingan limolas tahún kêpungkúr. Rikålå isíh kuliah.”Jenenge anakke wong ndeso ki yo ojo ngowah-owahi adhat. Ojo dumeh mahasiswa njur ora gelem mbantu wong tuo ..”mangkono ature salah sawijining kangmasku, putrane pakDhe kang ngasto dadi Kepala Sekolah ing kabupaten. Mulo aku yo terbiasa, yen esuk sak durunge budhal kuliah mbantu bapak nggarap sawah .Yo ndaut uritan, yo nandur pari, lan sak liyane. Kabèh ndak lakóni kanti sênêng. Amargå duwé gêgayuhan lan pêngarêp-arêp, mêngko nèk wís nyandhang gêlar sarjana mêsti uripé bakal ånå owah-owahan, dadi wóng síng kajèn kéringan dadi pégawai. Alhamdulillah amargå têkún anggonku sinau, aku iso lulus kanthi nilai kang mbangga ake, malah dadi wisudawan terbaik barang.
Ewo semono aku yo kudu kuciwo, amergo gegayuhanku dadi pegawai negeri koyo kabeh kangmas lan mbak-mbakku ora kejangkah. Ndilalah naliko ono pendaftaran Pegawai negeri, melu sepisan wae oran ketompo. Amongko, naliko test kabeh soal iso dijawab kanthi bener rumangsaku. Mangkat tèstíng kanti gagah sêmangat êmpat lima. Yakin mêsti iså nggarap kabèh.... Têrús tèstíng diwiwiti. Kabèh soal iså dijawab ora ono sing keri, kari nunggu pêngumuman.... Ditåmpå, têrús dadi Calón Pégawai Nêgêri Sipil alias CPNS. Sak wisé têlúng minggu, dinå pêngumuman têkå, têrús mangkat niliki pêngumuman pênêrimaan CPNS. Diatúraké nomêr-nomêr síng ditåmpå, nangíng nomêrku kelompatan.... ora ånå. Ndak ucek-ucek motoku, mbok menowo kurang premono lehku moco, nanging tetep wae nomerku ora ono. Awakku lemes koyo tanpo balungan.
Mbaleni marang Pak Guru Salamun. Jare, Jan jane mono Pak Salamun ugo rodo risi naliko konco-konco mbecak podho guyonan nyebut “Pak Guru”, malah kadang guyonan setengah nyindir.
"Pak guru ki pripun tho, kok ora nguman umani. Rêjêki kanggo kancané síng ora duwé gawéan yó... mèlu diarah, lawóng wís digaji gêdhé...préi dibayar. Lha kók sêmpat-sêmpaté mbecak barang. Åpå ora isín nèk kêtêmu muríd-muríd nèng ndalan?" sindhirané tukang becak liyane karo guyónan.
"Ora orané..., rêzêki sing ngatúr Gústi Allah..., rêzêki ora mungkín klèru!" sémauré Parjó sak kêcêkêlé.
"Wah nèk ngono kuwi kétók GURU-ne.., malah koyo ustadz…." suarané kåncå-kancané karo pådhå ngguyu barêng.
"Pak guru ki pripun tho, kok ora nguman umani. Rêjêki kanggo kancané síng ora duwé gawéan yó... mèlu diarah, lawóng wís digaji gêdhé...préi dibayar. Lha kók sêmpat-sêmpaté mbecak barang. Åpå ora isín nèk kêtêmu muríd-muríd nèng ndalan?" sindhirané tukang becak liyane karo guyónan.
"Ora orané..., rêzêki sing ngatúr Gústi Allah..., rêzêki ora mungkín klèru!" sémauré Parjó sak kêcêkêlé.
"Wah nèk ngono kuwi kétók GURU-ne.., malah koyo ustadz…." suarané kåncå-kancané karo pådhå ngguyu barêng.
Sêbutan Pak Guru rikålå mbecak janjané rasané risi, níng suwé-suwé sindhirané kåncå-kancané ora dirasakké. Miturút Pak salamun nbecak kuwi pêkêrjaan halal lan ora ngrugèkaké liyan.
Ora kroso jebul wis sauntoro becak e Pak Salamun ngiteri sisih Wetan kutho Wates, naliko becak arep mbelok mlebu ing komplek perkantoran pemerintah, dumadakan Pak Salamun ngendek ake becake. Aku ugo rodho kaget wondene ono penyawangan sing ora biasa ing ngarepku,ing pelataran kantor sing paling gede iku akeh banget wong kang lagi ngumpul, sorak-sorak karo kiwo tengene kemebul luk sing warnane ireng banget. DEMO..!!, iyo..rumangsaku iki nembe ono demo.”Pak Salamun, kadhosipun nembe wonten demo nggih…?”pitakonku marang Pak Salamun kang wiwit mau mung meneng wae.” Leres Mas, lha niko, mergi sebelah lor niko malah kadhosipun di blokir.”Pak Salamun mancal pedhal becak e alon-alon, rendet banget. Sajak isih bingung arep milih dalan sing endhi. Sansoyo cedhak seko panggonan kang kebhak wong iku, sansoyo jelas minongko sing demo iku ora mung nom-noman, wong tuwek-tuwek kepomo malah bocah-bocah yo podho melu demo.” Kami atas nama masyarakat pedesaan menolak rencana pemerintah menaikkan BBM….” Suarane nom-noman kang lagi orasi iku jelas banget.
Dumadakan seko arah mburi becak mak sliwer bocah-bocah tanggung pinuju papan demo. Bocah-bocah kang cacahe limo iku mlaku riket banget malah setengah mlayu..
“Firman,Hendro, mrene-mrene….” Ature Pak Salamun mrintah marah bocah-bocah tanggung sing liwat kiro-kiro wis sepuluh meter seko becake Pak Salamun.Bocah –bocah kuwi podho mandhek lan noleh, sajak rodho kaget minongko ono wong kang ngenali. Malah sansoyo kaget naliko mersani Pak Salamun, terus nyedhaki papan becake Pak Salamun.” Sugeng enjang Pak Guru, lha kok Pak Guru wonten mriki tho, tumut demo nopo…?”pitakone bocah sing rodho gede tinimbang liyane.” Trembelane….wong lagi mbecak golek dhuwit kok dikiro melu demo, lha kowe kabeh podho ngopo ning kene, raine podho pating cloneh, ndase di taleni…malah koyo rampok”.Pak Salamun nyecer pitakon marang murid-murid te.”Niki kulo, Firman, Ridho lan Poncho diajak mas Bayu , Demo menolak kenaikan BBM…”ature bocah liyane.”Blaik ane, ora sah melu demo, bene kangmas-kangmasmu mahasiswa sing podho demo,saiki podho mulih, sinau….”sepisan maneh Pak Guru Salamun aweh printah marang murid te.” Lha rak nembe bar THB tho Pak Guru, mosok belajar malih…dolan ipun kapan?” sumaure bocah-bocah kuwi serempak.”Kok malah mikir dolan barang, tinimbang melu demo sing ora jelas, aluwung ngemong adhi-adhimu ning ngomah…”Pak Salamun mrentah kaping telune. Bocah-bocah kuwi banjur manut, klunthah-klunthuh mbalek pinuju arah tekone mau.
“ Den..nyuwun paring-paring den…sak iklasipun….”.Mak jenggirat, aku kaget naliko dumadakan ing sisih tengenku ono nini-nini kang ngulurake tangane nyadhong marang aku. Suarane melas banget, sandangane kebak tambalan. Rigmane sing wis putih kabeh tansoyo kalis kepanggang panase srengenge. Gusti..njur podho ning ngendhi anak putune kok nganti nelantar ake biyunge.
Aku njenggelek tangi seko panglamunanku naliko krungu ature Pak Salamun,”Mbah niki wonten arto sekedik saget kangge tumbas sarapan” Pak Salamun ngulungake duit sepuluh ewunan. Aku ugo gage-gage ngrogoh dompet lan ngulungake sak lembar rongpuluan. Ora karono opo-opo, ananging kahanane nini-nini kuwi pancen melas banget.Nini-nini kuwi kathon sumringah, atine seneng banget, sak wise ndedonga kanggo aku lan Pak Salamun, banjur neruske laku pinuju pasar wates.
Paribasan “Kencono Katon Wingko”, sajak e pas banget nggambarake pribadine Pak Salamun, kang lembah manah, ora dhumeh. Kang iso nepakake ing papan ngendhi kudu nganggo title sarjanane, lan ing papan ngendhi title kuwi ditinggal ake.
Yen nyawang dedeg pengadegke Pak Salamun naliko mbecak, pancen ora ono kang bakal ngiro yen pak Salamun iku sejatine Guru. Kang kasebut pungkasan kalebu pakaryan kang ing ndeso banget mulyane, nduweni derajat kang dhuwur lan banget kinormatan.
Nanging yen disawang kanthi setiti, pancen ono sing mbedak ake antarane Pak Salamun tinimbang kanca-kancane tukang becak. Pak Salamun iku ulate tansah semanak, ora ketok ngoyo, kulite resik la ature tansah ngguroni, kebak piwulang lan kaweruh.
“Doorrr…dooorrrr……”. Dumadakan wong-wong kang podho demo kuwi podho bubar mlayu sak karepe dhewe, golek selamet dhewe-dhewe menyang papan kang dianggep aman. Ono sing mlayu ngetan, ono sing mlayu ngalor Aku lan Pak Salamun kang rodho adoh seko panggonan demo iku ugo kaget ora mangerteni opo sejatine kang nyebab ake wong-wong podho bubar sipat kuping.Aku mung ngiro-iro, koyo-koyone dar-dor mau suoro letusan tembakan peringatan seko Pak Polisi.
Pak Salamun sigap muter becak e lan langsung melompat ing ndhuwur sadel. Tanpo ngucap opo-opo. Aku mung manut wae arep menyang ngendhi Pak Salamun nggowo becake.Becak dipancal sak kayange nggendring pinuju arah kidul, arah pro liman ngeterake marang tujuanku. ATM Mandiri……………..(Abu Majid )
Langganan:
Postingan (Atom)